Indonesia dan Rusia Bahas Pendirian Pabrik Pupuk dan Skema Barter Komoditas
📅 Senin, 23 Jun 2025, 15:40 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Getty Images
JAKARTA - Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Rusia melalui pembentukan perusahaan patungan untuk membangun pabrik pupuk, ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai kunjungan resminya ke Moskow. Dalam pernyataannya, Amran menyebut Rusia telah menunjukkan kesiapan berinvestasi dalam proyek tersebut.
“Kami berharap dapat mendirikan usaha patungan untuk membangun pabrik pupuk dengan bermitra dengan Rusia,” kata Amran. “Tujuannya adalah menciptakan investasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara.”
Amran menjelaskan bahwa pabrik pupuk yang dirancang tidak hanya akan memenuhi kebutuhan dalam negeri masing-masing, tetapi juga akan memproduksi pupuk untuk ekspor ke negara ketiga. Hal ini dianggap sebagai bagian dari upaya diversifikasi ekspor dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Selama lawatannya, Amran bertemu langsung dengan Menteri Pertanian Rusia Oksana Nikolaevna Lut untuk membahas perluasan kerja sama bilateral di sektor pertanian. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Rusia juga membuka peluang skema perjanjian barter antara dua komoditas strategis.
"Kami menerima undangan khusus dari Menteri Pertanian Rusia untuk melanjutkan pembahasan pada bulan Oktober. Kami mengusulkan peningkatan ekspor CPO (minyak sawit mentah) Indonesia ke Rusia sebagai bagian dari kerja sama ini," ujar Amran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pupuk dan komoditas pangan, Rusia juga menunjukkan minat terhadap kerja sama di bidang teknologi pertanian. Hal ini menjadi peluang pengembangan sektor pertanian Indonesia yang lebih modern dan efisien melalui alih teknologi dan inovasi.
Kunjungan Amran ke Moskow merupakan bagian dari delegasi resmi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo Subianto, yang diundang sebagai pembicara dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg akhir pekan lalu. Pertemuan-pertemuan bilateral ini menandai intensifikasi hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia, khususnya dalam bidang pertanian dan pangan yang menjadi perhatian utama kedua negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!