Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Penderita Gangguan Jiwa

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 23:25 WIB | Oleh:
Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Penderita Gangguan Jiwa Doc: Antara
Ket. Layanan konseling RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur.

Samarinda - Dokter dari Rumah Sakit jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, Citra Rahmadani menekankan pentingnya pemahaman dan dukungan dari pihak keluarga bagi penderita gangguan jiwa.

"Peran keluarga menjadi sangat krusial dalam pendampingan penderita gangguan jiwa, khususnya skizofrenia, untuk membantu mereka mencapai stabilitas dan mengurangi kekambuhan," katanya di Samarinda, Minggu.

Menurut Citra, gangguan jiwa seperti skizofrenia adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan dan dukungan berkelanjutan, mirip dengan penyakit kronis lainnya.

Meskipun angka kasus skizofrenia tidak sebanyak depresi atau kecemasan, dampaknya yang meresahkan bagi individu, keluarga, dan lingkungan menjadikan peran keluarga sangat krusial dalam penanganannya.

Citra menjelaskan bahwa skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang ditandai dengan halusinasi dan delusi. Halusinasi bisa berupa visual (melihat bayangan atau objek yang tidak ada) maupun auditorik (mendengar bisikan atau tawa yang hanya nyata bagi penderita).

Sementara itu, delusi atau waham adalah keyakinan yang tidak realistis namun dianggap nyata oleh penderita, seperti waham paranoid (ketakutan dikejar atau dibunuh). "Ini adalah tahapan gangguan jiwa yang paling berat," ujar Citra.

Namun, ia menekankan bahwa skizofrenia tidak langsung muncul dalam kondisi berat. Ada tahapan awal dan faktor pemicu yang perlu diwaspadai. Gejala awal dapat berupa penarikan diri dari lingkungan sosial, gangguan tidur, perubahan kebiasaan mandi yang ekstrem, hingga tiba-tiba bicara atau berteriak sendiri.

"Faktor pemicu skizofrenia sangat beragam. Dari sisi biologis, genetika memegang peranan penting. Jika orang tua memiliki riwayat skizofrenia, ada bibit pada anak-anaknya," terang Citra.

Selain itu, penyalahgunaan narkotika dengan dosis tinggi dan sering juga dapat merusak fungsi sel otak.

Dari sisi psikologis, pola asuh dapat menjadi pemicu. Sementara dari sisi sosial dan lingkungan, perundungan (bullying) atau trauma bisa memicu kondisi ini. Bahkan, Citra menyebutkan faktor belajar agama secara mandiri tanpa bimbingan ahli atau tekanan pendidikan juga dapat berkontribusi.

"Skizofrenia itu ibarat penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi. Penderita tidak bisa sembuh sempurna, namun kondisinya bisa stabil dengan pengobatan dan gaya hidup yang terkontrol," jelas Citra.

Oleh karena itu, tambahnya, pemahaman dan dukungan penuh dari keluarga sangat penting untuk membantu penderita skizofrenia mencapai stabilitas dan mengurangi angka kekambuhan. Keluarga perlu menyadari bahwa gangguan jiwa adalah kondisi medis yang memerlukan penanganan dan dukungan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.