Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Respons Badan Nuklir PBB terhadap Perang Iran-Israel yang Mengancam Stabilitas Kawasan Timur Tengah

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 09:45 WIB | Oleh:
Respons Badan Nuklir PBB terhadap Perang Iran-Israel yang Mengancam Stabilitas Kawasan Timur Tengah Doc: IAEA
Ket. Dirjen IAEA Rafael Grossi

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang belakangan ini menelan ratusan korban jiwa serta mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah.

Respons tegas dan seruan untuk menahan diri disampaikan oleh sejumlah pejabat tinggi PBB dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan yang digelar pada Jumat (13/6) di Markas Besar PBB, New York, menyusul serangan udara besar-besaran Israel ke wilayah Iran.

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi dalam pertemuan tersebut menyoroti dampak serius dari serangan Israel terhadap fasilitas nuklir utama Iran di Natanz. Ia mengungkapkan bahwa fasilitas pengayaan uranium di Natanz mengalami kerusakan berat, dengan adanya kontaminasi radiologis dan kimiawi.

“Saya telah berulang kali menyatakan bahwa fasilitas nuklir, dalam keadaan apa pun, tidak boleh menjadi target serangan. Serangan semacam ini tidak hanya membahayakan manusia, tetapi juga lingkungan,” ujar Grossi dikutip dari Al Jazeera.

Meskipun kontaminasi dinilai masih dapat dikendalikan dengan langkah-langkah yang tepat, Grossi menyatakan kesiapan IAEA untuk mengirim tim keamanan nuklir guna membantu pengamanan lokasi jika diminta oleh Iran. Ia juga menyerukan semua pihak untuk menunjukkan "penahanan maksimal" guna menghindari eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa penyelesaian damai melalui jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya cara terbaik untuk menjamin sifat damai dari program nuklir Iran.

“Kita harus menghindari konflik yang lebih luas yang akan berdampak besar terhadap perdamaian dan keamanan global,” kata DiCarlo.

Dalam forum Dewan Keamanan tersebut, Iran melalui Duta Besar Amir Saeid Iravani menyampaikan bahwa serangan Israel merupakan “deklarasi perang” dan “serangan langsung terhadap tatanan internasional”. Ia melaporkan sedikitnya 78 warga Iran tewas dan lebih dari 320 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Iravani juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang turut bertanggung jawab atas serangan itu karena memberikan dukungan intelijen dan politik kepada Israel. “Mendukung Israel saat ini sama dengan mendukung kejahatan perang,” ujarnya.

Menanggapi tudingan tersebut, perwakilan Amerika Serikat, McCoy Pitt, membantah keterlibatan militer AS dalam serangan. Namun ia membela tindakan Israel sebagai bentuk pertahanan diri, seraya memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi berat jika menyerang kepentingan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.