Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Masih Diliputi Kecemasan Perang Iran-Israel, IHSG Berpotensi Melemah

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 08:38 WIB | Oleh:
Pasar Masih Diliputi Kecemasan Perang Iran-Israel, IHSG Berpotensi Melemah Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi pergerakan IHSG

JAKARTA - Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak melemah pada perdagangan Jumat (20/6), dengan sentimen utama berasal dari tingkat global.

Sentimen utama masih akan berasal dari ketegangan konflik antara Iran dan Israel di Timur Tengah, yang mana pelaku pasar mencermati sikap dari negara- negara lain terhadap konflik itu.

"Ketidakpastian merupakan musuh terbesar bagi pasar. Karenanya selama dua pekan ke depan, IHSG masih akan memiliki keraguan untuk menguat, dimana pasar obligasi akan mendampingi kegundahan itu meskipun penurunan harga obligasi akan jauh lebih terbatas karena memiliki risiko yang jauh lebih rendah. Ruang penguatan terbuka, namun mungkin tipis setidaknya hingga ketidakpastian berkurang," ujar Nico di Jakarta, Jumat.

Dari Amerika Serikat (AS), Presiden AS Donald Trump memutuskan apakah akan menyerang Iran atau tidak, yang membuat potensi eskalasi perang berpotensi meningkat dalam waktu dua pekan mendatang.

Trump memiliki target untuk menghentikan pengayaan uranium Iran dan mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir, namun apabila Iran memberikan ruang untuk melakukan diplomasi, Trump akan memanfaatkannya untuk melakukan negosiasi.

Beberapa pejabat senior AS mengatakan bahwa AS telah bersiap untuk menghadapi kemungkinan serangan terhadap Iran, yang artinya potensi AS membantu tetap ada, dan akan menjadi perang bereskalasi tinggi apabila Iran juga ikut menyerang AS.

Dari kawasan Eropa, pemerintahan Eropa mengusulkan untuk melakukan diplomasi, yang mana Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meminta Trump melakukan hal yang sama mengenai perundingan.

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy bersama Menteri Luar Negeri Prancis dan Jerman berencana untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk melakukan pembicaraan di Jenewa, Swiss.

Dari kawasan Asia, Penasihat Anwar Gargash, penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab Muhammad Bin Zayed Al Nahyan meminta diadakannya diplomasi.

Apabila melihat Iran, Ali Khaemeni merupakan salah satu Pemimpin Tertinggi Iran saat ini yang memegang posisi tertinggi dalam hierarki politik dan keagamaan Iran sejak tahun 1989.

Beberapa kekuasaannya seperti: mengontrol militer, menunjuk kepala lembaga penting, memiliki veto atas kebijakan pemerintah bahkan dapat memecat presiden apabila diperlukan, hingga menetapkan arah kebijakan luar negeri dan nuklir Iran.

Presiden Iran Ebrahin Raisi dan Ali Khamenei keduanya berteman sangat baik dan saling memberikan dukungan satu sama lain, karena keselarasan ideologi dan latar belakang.

Dari dalam negeri, realisasi belanja pemerintah pusat hingga Mei 2025 baru mencapai Rp694,2 triliun atau 25,7 persen dari total pagu senilai Rp2.701,4 triliun, atau terendah dalam lima tahun terakhir untuk periode Januari-Mei, yang mana tahun-tahun sebelumnya rata-rata realisasi melebihi 30 persen.

Padahal, belanja pemerintah merupakan komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan proyek padat modal dan karya yang mampu menyerap tenaga kerja serta mendorong konsumsi rumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Program KPR Berdampak Positif untuk Kontraktor

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Program KPR Berdampak Posit...
Nasional
DPR RI Minta Pendanaan Pend...
Ekonomi
Menekraf Sebut JSD Blok M F...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.