Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketidakpastian Hukum Guncang Kepercayaan Investor di Tengah Pelambatan Ekonomi

6 Jumat, 20 Jun 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ketidakpastian Hukum Guncang Kepercayaan Investor di Tengah Pelambatan Ekonomi Ketidakpastian Hukum Guncang Kepercayaan Investor di Tengah Pelambatan Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Penanaman Modal - Kalau Pelaku Usaha Diajak Diskusi akan Tumbuh Kepercayaan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyatakan kepastian hukum merupakan faktor fundamental yang menentukan keberanian pelaku usaha dalam berinvestasi dan menjaga kelangsungan bisnis di tengah perlambatan ekonomi.

Wakil Ketua Komisi Tetap I Kajian Ekonomi Global Strategis, Kadin Indonesia, Dinna Prapto Raharja dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/6) mengatakan tanpa kepastian hukum, pengusaha akan semakin berhati-hati untuk menanamkan modal.

Dunia usaha kata Dinna bergerak berdasarkan kalkulasi yang cermat, tak hanya terkait faktor internal perusahaan, tetapi juga ekosistem berbisnis secara keseluruhan. Ia menilai, ketidakpastian hukum dalam bentuk perubahan aturan mendadak atau sengketa lahan dapat mengguncang kepercayaan investor.

Meskipun sektor usaha di Indonesia tetap mencoba optimistis, ketidakpastian hukum menjadi penghambat utama yang berimbas pada perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Pada kuartal I-2025 jelasnya, meski ada momentum konsumsi seperti Ramadhan hingga Lebaran, tetap tidak bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Ekonomi pada periode tersebut hanya tumbuh 4,87 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,11 persen.

“Kalau ditelisik, pertumbuhan 4,87 persen, itu adalah angka rata-rata. Ada sektor yang tumbuh positif seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan, tapi di lapangan pun mulai melambat,” katanya.

Di sisi lain, manufaktur, pengolahan, konstruksi, transportasi, dan perhotelan justru melemah dengan sangat cepat. Oleh sebab itu, Pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menciptakan kepastian hukum guna mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Menurutnya, dua hal mendesak yang perlu dilakukan adalah meninjau ulang efisiensi anggaran, agar ekonomi domestik kembali bergerak, dan melibatkan pelaku usaha dalam penyaluran anggaran APBN, terutama dalam menentukan sektor prioritas.

“Kalau pelaku usaha diajak diskusi dan didengar, maka akan tumbuh kepercayaan. Dari situ kepastian hukum lebih mungkin terjadi, bukan sekadar retorika,” kata Dinna yang juga Executive Director Synergy Policies.

Pada kesempatan terpisah, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, dalam perencanaan bisnis perusahaan kepastian sangat diharapkan, agar perencanaan bisnis dapat mencapai tujuan perusahaan.

“Ketidakpastian termasuk ketidakpastian hukum dikalkulasikan ke dalam biaya cadangan risiko. Semakin tinggi ketidakpastian, semakin tinggi biaya dan berdampak terhadap harga output-nya,” kata Suhartoko.

Kondisi itu juga mengurangi kemampuan perusahaan untuk berkompetisi dengan perusahaan lain.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti sepakat kalau kepastian hukum sebagai kunci investor berminat berinvestasi di Indonesia, apalagi sudah ada kebiasaan di Indonesia setiap ganti pimpinan, aturan pun ikut berganti sehingga muncul ketidakpastian usaha.

Beberapa faktor yang menyebabkan ketidakpastian dan menghambat perbaikan peringkat kemudahan berusaha atau EoDB (Ease of Doing Business) antara lain kompleksitas regulasi, proses perizinan dan birokrasi yang rumit serta menghabiskan banyak waktu.

Selain itu, jufa faktor ketidakpastian hukum. inkonsistensi kebijakan dan regulasi, serta penegakan hukum yang lemah.

Hal lainnya adalah keterbatasan infrastruktur seperti jaringan transportasi yang buruk dan pasokan listrik yang tidak stabil, dapat menjadi tantangan tambahan bagi pelaku usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.