Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Terobosan Baru! FDA Setujui Vaksin HIV yang Hanya Diberikan Dua Kali Setahun

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 12:30 WIB | Oleh:
Terobosan Baru! FDA Setujui Vaksin HIV yang Hanya Diberikan Dua Kali Setahun Doc: CGTN/VCG
Ket. Sebotol vaksin pencegahan HIV buatan Gilead Sciences, Yeztugo, (lenacapvir) di fasilitas produksi di La Verne, California, AS, Juni 2025.

WASHINGTON - Badan pengawas obat dan makanan AS (FDA) telah menyetujui satu-satunya vaksin yang hanya diberikan dua kali setahun untuk mencegah HIV, kata Gilead Sciences mengumumkan, Rabu (18/6). 

Obat untuk mencegah penularan HIV, yang dikenal sebagai profilaksis pra pajanan atau PrEP, telah ada selama lebih dari satu dekade. Namun, karena obat tersebut biasanya mengharuskan minum pil setiap hari, obat tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap infeksi global.

"Ini adalah hari bersejarah dalam perjuangan melawan HIV selama puluhan tahun ," kata ketua dan kepala eksekutif Gilead Daniel O'Day dalam sebuah pernyataan.

Lenacapavir, yang dipasarkan dengan merek dagang Yeztugo, telah terbukti mengurangi risiko penularan HIV lebih dari 99,9 persen pada orang dewasa dan remaja -- membuatnya secara fungsional mirip dengan vaksin yang kuat.

Perusahaan tersebut melakukan dua uji klinis besar. Uji klinis pertama, yang melibatkan lebih dari 2.000 wanita di Afrika sub-Sahara, menghasilkan penurunan infeksi hingga 100 persen dan menunjukkan keunggulan dibandingkan pil oral harian Truvada.

Dalam uji coba kedua, yang melibatkan lebih dari 2.000 pria dan individu dari berbagai gender, hanya dua infeksi yang tercatat — tingkat pencegahan 99,9 persen, sekali lagi melampaui Truvada.

Efek samping yang dilaporkan termasuk reaksi pada tempat suntikan, sakit kepala, dan mual.

Hasil dari kedua uji coba tersebut dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, dan jurnal Science menobatkan lenacapavir sebagai "Terobosan Tahun Ini" pada tahun 2024.

Meskipun hasilnya mengesankan, optimisme mungkin diredam oleh biaya obatnya -- harga pasarannya $28.218 per tahun di Amerika Serikat, kata juru bicara Gilead Blair Baumwell kepada AFP melalui email hari Rabu. 

Obat pencegahan HIV jangka panjang sebelumnya, cabotegravir, yang disuntikkan setiap dua bulan dan disetujui oleh FDA pada tahun 2021, harganya puluhan ribu dollar per tahun dan belum memberikan dampak global yang besar.

Harga jual Lenacapavir saat ini untuk penggunaan yang sebelumnya disetujui sebagai pengobatan HIV adalah $39.000 per tahun.

Baumwell mengatakan biaya Lenacapavir sebagai obat pencegahan yang mencapai lebih dari $28.000 per tahun "sesuai" dengan biaya produk PrEP yang ada dan bahwa perusahaan tersebut memeriksa perusahaan asuransi untuk menanggungnya.

"Kami tengah berupaya agar Yeztugo dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan atau menginginkannya dan mengharapkan cakupan asuransi yang luas," katanya dalam email tersebut.

Para aktivis mendesak Gilead untuk memangkas harga secara drastis guna membantu mengakhiri pandemi HIV .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

53 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.