104 Kelurahan Tangerang Siaga Penanggulangan TBC
📅 Kamis, 19 Jun 2025, 14:18 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TANGERANG – Kelurahan Jurumudi sebagai proyek percontohan perdana kelurahan siaga TBC. Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten siap menerapkan gerakan bersama siaga penanggulangan TBC di 104 kelurahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeini, Kamis, mengatakan Kelurahan Jurumudi hingga saat ini sudah berhasil melakukan penapisan kesehatan kepada 1.500 lebih warga sekitar. Nantinya, Kelurahan Siaga TBC juga akan melengkapi inovasi penanggulangan yang sudah berjalan efektif, seperti ransel TBC.
“Kami akan mendorong seluruh kelurahan nantinya bisa diproyeksikan menjadi Kelurahan Siaga TBC untuk mendukung penanggulangan TBC dapat berjalan maksimal," katanya.
Lurah Jurumudi Chaerudin menambahkan Gerakan Bersama Kelurahan Siaga TBC dapat dimanfaatkan menjadi wadah kolaborasi antar-semua pemangku kepentingan, fasilitas kesehatan, hingga kader di lingkungan masing-masing. "Kita terus melakukan inovasi baru untuk meningkatkan target yang telah ditentukan dalam penanganan TBC," katanya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam acara Gerakan Bersama Kelurahan Siaga TBC Kota Tangerang di GOR Kecamatan Benda, Rabu (18/6), mengajak masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas jika memiliki gejala kasus TBC sebab penyakit tersebut bisa disembuhkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jangan ragu untuk lapor dan periksa ke Faskes. Bila memiliki gejala yang mirip TBC, maka bisa segera diatasi agar tak menyebar. Hilangkan rasa malu itu," katanya.
Ia juga menekankan kepada semua pihak untuk ikut terlibat aktif menghilangkan stigma negatif tentang kasus TBC dan mengajak penderita mengikuti pendampingan pengobatan oleh kader hingga sembuh karena layanan yang diberikan gratis.
"Mari bantu pemerintah hilangkan stigma negatif tentang kasus TBC. Penyakit ini bisa disembuhkan. Silakan datang ke faskes terdekat untuk bisa diobati melalui pendampingan oleh kader," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan Indonesia saat ini berada di urutan kedua dunia kaitan kasus tertinggi TBC. Stigma negatif tentang TBC bisa semakin sulit bagi pemerintah dalam mengatasinya. Hal ini karena informasi yang tak benar membuat penderita malas datang ke puskesmas.
Oleh karena itu, pemerintah sedang gencar melakukan kampanye dan menentukan daerah sebagai contoh dalam keberhasilan penanganan TBC seperti di Kota Tangerang. "Karena target penurunan kita di 2023 mencapai 50 persen," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!