Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen PPPA Kunjungi Kampus Bambu Komodo di Labuan Bajo

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamen PPPA Kunjungi Kampus Bambu Komodo di Labuan Bajo Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan foto bersama kaum perempuan yang tergabung dalam Rumah Pekerti di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

LABUAN BAJO – Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan melakukan kunjungan kerja ke Kampus Bambu Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (17/6).

Kunjungan tersebut dalam rangka kerja sama rencana aksi kolaborasi tiga kementerian yakni Kementerian PPPA, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Pariwisata untuk ekonomi restoratif NTT.

Veronica Tan dalam kesempatan itu juga bertemu para penyintas kekerasan dalam rumah tangga, kaum disabilitas dan sejumlah kaum perempuan yang tergabung dalam wadah Rumah Pekerti di Labuan Bajo serta mengunjungi Rumah Produksi Bersama (RPB) yang dibangun untuk meningkatkan nilai tambah kerajinan bambu.

"Jadi inilah kolaborasi sebenarnya, bagaimana hari ini kami dari kementerian PPPA, juga didampingi dari Kementerian Kehutanan, Pak Rizal, Wakil Bupati Manggarai Timur, ini kata kuncinya lagi yang seperti Pak Presiden selalu katakan, kata kolaborasi," katanya.

Ia juga mengapresiasi Mama Bambu, sebutan untuk para perempuan di NTT yang terlibat dalam pelestarian lingkungan melalui pembibitan dan penanaman bambu. Mereka tergabung dalam Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBL) dan berperan penting dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

"Kami mengunjungi Mama Bambu, juga pabrik yang mengolah bambu, tapi bagaimana balik lagi dari proses pengolahan, kemudian melihat kearifan lokal dengan lahan yang disediakan oleh pemerintah dan juga dengan private yang punya kemampuan untuk mengolah menjadi sesuatu yang menjadi kearifan lokal, nah inilah yang kita namakan kolaborasi dan kuncinya, bagaimana memproduksi sesuatu dari hati menjadi nyata untuk mempekerjakan semua orang-orang yang ada di lokal," ucapnya.

Ia juga mengapresiasi kaum perempuan yang tergabung dalam Mama Bambu karena memiliki motivasi tinggi untuk bergerak dan berdaya.

"Jadi perempuan tidak lagi hanya urusannya di kasus saja, tapi bagaimana membuat perempuan dengan sendiri bergerak, mereka berdaya sendiri, karena didukung dari pemerintah dan private sector untuk berkolaborasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.