Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buntut Sengketa Perbatasan, Kamboja Ancam Larang Buah dan Sayur Thailand

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 09:45 WIB | Oleh:
Buntut Sengketa Perbatasan, Kamboja Ancam Larang Buah dan Sayur Thailand Doc: AFP
Ket. Ketua Senat Kamboja Hun Sen mengangkat tangannya selama kongres gabungan antara Senat dan gedung Majelis Nasional di Phnom Penh pada 2 Juni 2025.

PHNOM PENH - Mantan pemimpin berpengaruh Kamboja Hun Sen pada Senin (16/6) mengeluarkan ultimatum kepada Thailand untuk mencabut pembatasan penyeberangan perbatasan, atau negaranya akan melarang semua impor buah dan sayuran Thailand.

Seorang tentara Kamboja tewas pada tanggal 28 Mei ketika pasukan saling tembak di wilayah sengketa, Segitiga Zamrud, tempat perbatasan Kamboja, Thailand, dan Laos bertemu.

Tentara Thailand dan Kamboja mengatakan mereka bertindak untuk membela diri.

Thailand telah memperketat kontrol perbatasan dengan Kamboja dalam beberapa hari terakhir, sementara Kamboj memerintahkan pasukan untuk tetap siaga penuh, melarang drama Thailand di TV dan bioskop, menutup pos pemeriksaan perbatasan yang populer, dan memutus jaringan internet dari Thailand.

Top of Form

Dalam pidatonya kepada rakyat, Hun Sen – ayah dari Perdana Menteri saat ini Hun Manet – mengancam akan melarang semua buah dan sayuran dari Thailand kecuali Bangkok mencabut semua pembatasan penyeberangan perbatasan dalam waktu 24 jam.

"Jika pihak Thailand tidak membuka penyeberangan perbatasan secara normal hari ini, besok kami akan menerapkan larangan impor buah dan sayuran ke Kamboja di seluruh perbatasan," kata Hun Sen.

Ia mengatakan Hun Manet telah memberi tahu mitranya dari Thailand tentang tindakan tersebut.

Kamboja pada hari Minggu secara resmi meminta Mahkamah Internasional (ICJ)untuk membantu menyelesaikan sengketa perbatasan di empat wilayah – lokasi bentrokan bulan lalu dan tiga kuil kuno.

Hun Sen juga mengatakan negaranya harus pergi ke ICJ karena Kamboja menginginkan "perdamaian" karena kedua negara tidak akan pernah mencapai kesepakatan di empat area tersebut.

Kamboja telah berulang kali meminta Thailand untuk bersama-sama membawa kasus tersebut ke ICJ.

"Hanya pencuri yang takut pada pengadilan," kata Hun Sen.

Ia mengatakan Kamboja tidak akan mundur dan akan menghormati putusan ICJ.

Hun Sen juga meminta puluhan ribu migran Kamboja yang bekerja di Thailand untuk kembali ke rumah. Ia mengatakan mereka akan menghadapi diskriminasi yang semakin meningkat seiring berlanjutnya perselisihan perbatasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.