Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lonjakan Pesanan Pizza dapat Memprediksi Pentagon sedang Mempersiapkan Serangan Israel ke Iran

📅 Senin, 16 Jun 2025, 12:23 WIB | Oleh:

Mereka menambahkan bahwa garis waktu yang ditetapkan oleh Pentagon Pizza Report "tidak sesuai dengan kejadian."

Israel melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan fasilitas nuklir Iran, ilmuwan, dan pemimpin militer pada dini hari Jumat dengan menggunakan lebih dari 200 jet tempur.

Israel mengatakan pihaknya menyerang untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, meskipun Teheran mengatakan program nuklirnya sepenuhnya damai.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah diberitahu tentang serangan tersebut sebelum serangan itu terjadi, dan seorang pejabat militer AS mengatakan kepada Newsweek bahwa pasukan Amerika membantu mempertahankan Israel dari serangan rudal balasan Iran pada hari Jumat. Tidak ada laporan tentang serangan AS yang dilakukan terhadap Iran sendiri.

Pada Jumat malam dan Sabtu dini hari, Iran meluncurkan rudal ke sasaran Israel, beberapa di antaranya berhasil melewati pertahanan udara Israel.

Alex Selby-Boothroyd, kepala jurnalisme data The Economist , menulis di LinkedIn : "Indeks Pizza Pentagon telah menjadi prediktor yang sangat andal untuk peristiwa global yang dahsyat—mulai dari kudeta hingga perang—sejak tahun 1980-an. Pada malam tanggal 1 Agustus 1990 misalnya, CIA memesan 21 pizza dalam satu malam tepat sebelum invasi Irak ke Kuwait (rekor baru)."

Jurnalis Wolf Blitzer berkata di CNN pada tahun 1990 : "Intinya bagi jurnalis—selalu pantau pizzanya."

Apa yang terjadi selanjutnya


Jika benar, musuh Amerika berpotensi mendapat informasi tentang aksi militer yang akan datang dengan memantau restoran pizza di dekat Pentagon

Dari The Economic Times, ide ini bukanlah hal baru. Selama Perang Dingin, agen Soviet mengamati aktivitas pengiriman pizza di Washington, karena yakin bahwa hal itu menandakan persiapan krisis di dalam lingkaran intelijen AS. Mereka menyebutnya "Pizzint" — kependekan dari pizza intelligence (intelijen pizza). 

Taktik ini mulai dikenal masyarakat pada tanggal 1 Agustus 1990, ketika Frank Meeks, pemilik waralaba Domino di Washington, melihat lonjakan pengiriman barang ke gedung-gedung CIA. Keesokan harinya, Irak menginvasi Kuwait. Meeks kemudian mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa ia melihat pola serupa pada bulan Desember 1998 selama sidang pemakzulan Presiden Bill Clinton. 

Lerlepas dari prediksi ini, pemerintah AS tidak menyebutkan pengiriman pizza sebagai indikator krisis. 

Menanggapi spekulasi tentang keterlibatan Amerika dalam serangan udara Israel terhadap Iran, Marco Rubio mengatakan: 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.