Lonjakan Pesanan Pizza dapat Memprediksi Pentagon sedang Mempersiapkan Serangan Israel ke Iran
📅 Senin, 16 Jun 2025, 12:23 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON - Pizza, hidangan cepat saji yang pada tahun 1800-an oleh imigran Italia yang umumnya berasal dari Napoli, ke New York, Amerika Serikat, ternyata bukan hanya berhubungan dengan sekedar pemuas selera orang, namun bisa juga dengan cikal bakal konflik yang dapat membawa umat manusia menuju ke perang dunia III!
Dilansir oleh Newsweek, menjelang serangan Israel ke situs nuklir Nathan di Iran, restoran pizza yang terletak dekat Pentagon di Washington, DC, pada Kamis (13/6) mencatat lonjakan aktivitas pesanan, menurut akun media sosial terkemuka, Pentagon Pizza Report.
Laporan sebelumnya juga mencatat bahwa pesanan pizza dari Pentagon melonjak sekitar waktu operasi militer besar oleh AS atau sekutunya dimulai sejak invasi Amerika ke Panama pada bulan Desember 1989.
Laporan tersebut mengindikasikan para pejabat dan staf intelejen di Departemen Pertahanan AS itu tengah sibuk mempersiapkan meeting atau memantau perkembangan sebuah krisis yang sedang terjadi.
Konsepnya sederhana. Ketika staf intelejen menghadapi keadaan darurat, mereka bekerja lebih lama dan tidak dapat meninggalkan pos mereka. Mereka membutuhkan makanan yang cepat dan mengenyangkan — dan pizza cocok untuk itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Studi dalam psikologi perilaku menunjukkan bahwa di bawah tekanan, orang lebih menyukai makanan yang padat kalori dan nyaman. Selama operasi Siaga tinggi, pejabat dapat bekerja 16-20 jam sehari. Itu menciptakan lonjakan konsumsi yang terlihat yang dapat dilacak oleh orang luar.
Pentagon Pizza Report adalah akun di X, dengan lebih dari 80.000 pengikut yang memantau seberapa sibuk tempat pizza dan tempat lain di dekat Pentagon menggunakan data sumber terbuka.
Menurut laporan tersebut, pada pukul 6:59 malam ET pada hari Kamis "hampir semua tempat usaha pizza di dekat Pentagon mengalami lonjakan aktivitas yang BESAR."
Sebaiknya Anda baca juga:
Postingan akun tersebut menyertakan tangkapan layar data Google yang menunjukkan popularitas kedai pizza di Washington, DC Domino's, District Pizza Palace dan We, the Pizza semuanya jauh di atas harga normal pada waktu itu.
Google menyediakan data tentang seberapa sibuknya restoran melalui Google Maps, meskipun data tersebut hanya menunjukkan popularitasnya dibandingkan dengan angka tipikal, bukan angka pastinya.
Pentagon Pizza Report juga mengatakan bahwa sebuah bar gay di dekat Pentagon memiliki "lalu lintas yang sangat rendah untuk suatu Kamis malam" karena serangan Israel sedang berlangsung.
Menurut The Guardian , pengiriman pizza ke Pentagon meningkat dua kali lipat tepat sebelum invasi AS ke Panama tahun 1989 dan kampanye pembebasan Kuwait tahun 1991 yang disebut Operasi Badai Gurun.
The Takeout, situs makanan dan budaya, melaporkan pada bulan Januari bahwa meskipun ada sejumlah restoran di Pentagon—tempat hampir 30.000 orang bekerja setiap hari, menurut Arlington National Cemetery Tours—tempat tersebut tidak memiliki restoran pizza sendiri.
Namun, juru bicara Pentagon membantahnya, mengatakan kepada Newsweek , "Ada banyak pilihan pizza yang tersedia di dalam Pentagon, juga sushi, sandwich, donat, kopi, dan lain-lain."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!