Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pergerakan Tanah Susulan di Purwakarta Sebabkan 250 Jiwa Mengungsi

📅 Minggu, 15 Jun 2025, 19:25 WIB | Oleh:
Pergerakan Tanah Susulan di Purwakarta Sebabkan 250 Jiwa Mengungsi Doc: antara foto
Ket. Rumah warga di Purwakarta rusak akibat pergerakan tanah.

BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan gerakan tanah susulan yang terjadi di Kampung Cigintung Desa Pasirmulya Kecamatan Sukatani Purwakarta menyebabkan sekitar 250 jiwa warga setempat harus mengungsi.

Pranata Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan BPBD dan Dinkes Jabar bersama BPBD dan Dinkes Purwakarta berkolaborasi untuk menangani pengungsi di beberapa lokasi yang lebih aman dan memberikan pelayanan kesehatan.

"Pelayanan yang dilakukan antara lain penyediaan logistik makanan dengan dapur umum, dan layanan kesehatan," katanya di Bandung, Minggu (15/6).

Berdasarkan laporan sementara, bencana pergerakan tanah tersebut mengakibatkan sekitar 70 unit bangunan mengalami kerusakan, yang terdiri dari 57 rumah rusak berat, satu unit fasilitas umum rusak berat, satu unit tempat ibadah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan delapan rumah rusak ringan.

Sementara, berdasarkan data dari BPBD Purwakarta, pada tanggal 11-14 Juni 2025 pergerakan tanah atau amblasan tanah telah menjalar sejauh 20 meter dari titik awal dan terus bertambah setiap 10 menit.

Kejadian gerakan tanah ini juga menyebabkan puluhan makam keluarga yang berada di Kampung Cigintung Desa Pasirmunjul Kecamatan Sukatani Purwakarta terpaksa dipindahkan.

Adapun Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan, gerakan tanah ini merupakan susulan setelah terjadi sejak Minggu (20/4) pukul 22:00 WIB, kemudian kembali terjadi pada Rabu (23/4) pukul 20:00 WIB, pada Senin (19/5) pukul 07:00 WIB, Rabu (21/5), serta Sabtu (14/6).

Menurut mereka, secara morfologi, daerah bencana yang memiliki ketinggian 370 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu berupa perbukitan dengan kemiringan lereng yang agak curam sampai curam.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur, Jawa (Sudjatmiko, 1972), batuan penyusun daerah bencana tersebut berupa endapan Aluvium Tua (Qoa) yang terdiri atas konglomerat dan pasir sungai yang bersusunan andesit dan basal serta endapan batu pasir tufan dan konglomerat (Qos) yang terdiri atas batu pasir tufan dan konglomerat berasal dari endapan lahar.

Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Terjadinya Gerakan Tanah pada Bulan Mei 2025 di Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat (Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), lokasi bencana termasuk zona potensi terjadi gerakan tanah menengah sampai tinggi.

Artinya, menurut Badan Geologi, daerah ini mempunyai potensi menengah hingga tinggi untuk terjadi gerakan tanah apabila dipicu oleh curah hujan yang tinggi/di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

"Kemudian gerakan tanah lama dapat aktif kembali. Adapun faktor penyebabnya karena kemiringan lereng yang agak curam hingga curam di sekitar lokasi, kemudian tanah pelapukan yang tebal yang bersifat poros serta mudah jenuh, dan curah hujan tinggi yang menyebabkan tanah jenuh air," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam pesan singkatnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.