Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lumajang Tertibkan Tambang Ilegal: Upaya Lindungi Lingkungan dari Kerusakan

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Lumajang Tertibkan Tambang Ilegal: Upaya Lindungi Lingkungan dari Kerusakan Doc: AntaraFoto
Ket. Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam rapat paripurna DPRD Lumajang, Jawa Timur. Pemkab Lumajang melakukan tindakan tegas untuk menertibkan tambang ilegal yang merusak lingkungan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menertibkan aktivitas pertambangan pasir ilegal yang merusak lingkungan  sebagai agenda prioritas untuk menjamin keselamatan warga, menjaga kelestarian alam, serta meningkatkan kesejahteraan daerah.

"Terhadap penambangan pasir yang menggunakan alat berat dan berdampak buruk terhadap lingkungan serta merugikan masyarakat akan ditertibkan. Pengawasan akan diperkuat bersama aparat terkait," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam rapat paripurna  DPRD Lumajang, Jawa Timur, Jumat.

Menurutnya kegiatan tambang tak terkendali telah memicu degradasi sungai, merusak struktur tanah, dan mengancam infrastruktur desa, karena itu pemkab akan menindak tegas kendaraan pengangkut pasir yang kelebihan muatan serta yang parkir sembarangan di kawasan permukiman.

"Penertiban jalan desa dan pembangunan jalan khusus tambang juga sedang diupayakan, meski masih membutuhkan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait lahannya," tuturnya.

Sebagai bagian dari reformasi tata kelola, lanjut dia, sistem pembayaran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) mulai dialihkan ke sistem digital melalui penggunaan Kartu e-MBLB, menggantikan metode SKAB manual yang rentan penyalahgunaan.

Bupati Indah juga menyampaikan komitmen terhadap perbaikan jalan rusak sebagai bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang akan diselesaikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan pendekatan bertahap dan berbasis skala prioritas.

"Soal Dam Intake Klerek, kami telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta melibatkan pihak ITS untuk kajian teknis. Desain dasar untuk Dam Intake Kedung Caring ditargetkan rampung Agustus 2025," katanya.

Bupati yang biasa dipanggil Bunda Indah itu menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk menjawab persoalan riil di masyarakat dengan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, dan kolaborasi dengan DPRD adalah kunci dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh sinergi dan dukungan penuh dari DPRD agar pembangunan bisa dirasakan merata oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan rapat paripurna menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah dalam menyampaikan pertanggungjawaban anggaran secara terbuka dan menjadikan masukan DPRD sebagai pijakan dalam perbaikan program ke depan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.