Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stunting di Sigi Capai 33 Persen, Pemkab Buru Penyebabnya

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stunting di Sigi Capai 33 Persen, Pemkab Buru Penyebabnya Doc: Antara
Ket. Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media terkait kenaikan kasus stunting di Kabupaten Sigi mencapai 33 persen, Kamis (12/6).

Sigi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah menyampaikan segera mencari tahu penyebab terjadinya kenaikan kasus stunting di daerah itu pada tahun 2024 yang mencapai 33 persen.

"Jadi untuk ini kami sebagai pemerintah daerah memang menerima data tersebut sehingga ada hal yang harus diperbaiki dan menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Sigi terkait kasus stunting," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat ditemui awak media di kantor Bupati di Desa Bora, Kamis (12/6).

Ia mengemukakan salah satu penyebab meningkatnya kasus stunting di Sigi akibat infrastruktur berupa jalan yang masih rusak.

"Tentunya di Sigi ini kan penyebab stunting itu tidak hanya terkait kekurangan gizi tetapi dipengaruhi juga dengan pembangunan infrastruktur yang belum merata," ucapnya.

Ia menuturkan terdapat bayi dan ibu hamil di Kabupaten Sigi tidak memeriksakan kondisinya ke posyandu maupun puskesmas karena infrastruktur di Kabupaten Sigi belum maksimal.

"Kalau mereka pergi mengambil makanan tambahan di puskesmas dan posyandu maka lebih banyak biaya yang dikeluarkan daripada yang didapatkan," sebutnya.

Menurut dia, pada tahun 2024 terdapat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) sehingga sebagian besar anggaran fokus guna menyukseskan pesta demokrasi tersebut.

"Ini kalau jalan dan infrastruktur bagus pastinya masyarakat rajin ke puskesmas dan posyandu untuk memeriksakan kesehatannya," katanya.

Samuel menyebutkan dalam proses penurunan kasus stunting di Sigi dengan melibatkan semua pihak termasuk Tim penggerak PKK baik di desa dan kecamatan, organisasi perempuan dan NGO.

Kabupaten Sigi mencatat terjadi kenaikan kasus stunting di daerah itu pada tahun 2024 mencapai 33 persen.

Selama tiga tahun terakhir sejak 2021 hingga 2023 angka stunting di Sigi turun tetapi untuk tahun 2024 mengalami kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah bahwa terdapat lima kabupaten/kota di Sulteng mengalami kenaikan kasus stunting tahun 2024 seperti Banggai Kepulauan menjadi 28,4 persen, Buol 36,9 persen, Sigi 33,0 persen, Banggai Laut 26,6 persen dan Kota Palu 25,6 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.