Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kereta Tetap Jadi Primadona, 198 Juta Penumpang Gunakan Layanan KAI

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kereta Tetap Jadi Primadona, 198 Juta Penumpang Gunakan Layanan KAI Doc: ANTARA/HO-Humas KAI
Ket. KAI Group layani 198 juta pengguna pada Januari-Mei 2025.

JAKARTA - Kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang aman, andal, dan tepat waktu masih tinggi. 

Indikasi tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat menggunakan layanan transportasi kereta untuk mendukung mobilitas mereka. 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group mencatatkan kinerja positif sepanjang Januari hingga Mei 2025 dengan melayani total pelanggan mencapai 198.368.071 orang.

"Angka ini tumbuh 8,48 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 182.853.796 pelanggan," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (11/6).

Peningkatan itu merata di hampir seluruh layanan yang dikelola KAI Group, mulai dari angkutan antarkota, perkotaan, pariwisata, KA Bandara dan kereta cepat.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, integrasi, dan inovasi sebagai bagian dari komitmen kami dalam membangun transportasi publik yang modern dan berkelanjutan,” ujar Anne.

Lonjakan tertinggi terjadi pada LRT Jabodebek yang berhasil melayani 10.727.798 pelanggan, meningkat 54,39 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Disusul KAI Wisata yang mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 40,69 persen dari 54.726 menjadi 76.994 pelanggan.

Kemudian, KAI Bandara tumbuh 27,6 persen dari 2.237.209 menjadi 2.854.707 pelanggan, mempertegas peran strategis layanan ini dalam menunjang konektivitas udara dan darat dengan seamless.

Selanjutnya, Whoosh yang dikelola KCIC mencatat pertumbuhan 11,72 persen, dari 2.134.000 menjadi 2.384.000 pelanggan, memperkuat posisi kereta cepat sebagai solusi baru transportasi antarkota berbasis teknologi tinggi.

LRT Sumsel juga menunjukkan peningkatan sebesar 8,02 persen dari 1.695.906 menjadi 1.831.993 pelanggan. Layanan itu menghubungkan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan pusat Kota Palembang.

KAI Commuter, sebagai layanan dengan volume tertinggi tumbuh 6,53 persen dari 148.509.218 menjadi 158.207.669 pelanggan. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan frekuensi dan perluasan jangkauan layanan komuter di berbagai kota seperti Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

KA Makassar–Parepare sebagai layanan baru di kawasan timur Indonesia, turut mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen dari 109.958 menjadi 116.338 pelanggan.

Sementara itu, layanan KAI Induk (KA Jarak Jauh dan KA Lokal) mengalami pertumbuhan 5 persen dari 21.164.071 menjadi 22.168.572 pelanggan.

“Selain itu, kualitas operasional juga terus dijaga. Tingkat ketepatan waktu (On Time Performance) keberangkatan KA penumpang periode Januari–Mei 2025 tercatat 99,46 persen dan kedatangan mencapai 96,05 persen,” imbuh Anne.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

27 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.