Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sungai Meluap, Sejumlah Desa di Jombang Terendam Banjir

📅 Senin, 09 Jun 2025, 21:05 WIB | Oleh:
Sungai Meluap, Sejumlah Desa di Jombang Terendam Banjir Doc: ANTARA/HO-BPBD Jombang
Ket. Situasi banjir di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (9/6).

JOMBANG - Sejumlah desa di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terendam banjir akibat luapan air dari sungai usai hujan turun terus menerus sejak Minggu (8/6).

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang Syamsul Bahri mengemukakan dari laporan yang masuk terdapat delapan desa di Kecamatan Mojoagung serta beberapa desa di kecamatan lainnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh perangkat desa terdampak untuk pemantauan lanjutan. Kami tetap imbau masyarakat tetap waspada," katanya di Jombang, Senin.

Banjir itu, kata dia, terjadi di antaranya di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Air merendam rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 70 centimeter hingga 200 centimeter. Banjir itu karena meluapnya Sungai Gunting, Sungai Pancir serta Sungai Catak Banteng, Jombang.

Air mulai tinggi setelah hujan yang terjadi hingga Minggu (8/6) malam. Debit air yang mengalir tidak mampu tertampung di sungai tersebut sehingga air meluap.

Selain Kademangan, terdapat tujuh desa lain di Kecamatan Mojoagung yang terkena banjir, yakni Desa Mancilan, Betek, Tejo, Karobelah, Dukuhmojo, Miagan, Mojotrisno.

Banjir juga terjadi di Dusun Sambigelar, Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, kemudian Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu, lalu Desa Palrejo, Desa Tapen di Kecamatan Kudu, Desa Jogoloyo di Kecamatan Sumobito.

Petugas dari Koramil Mojoagung, Jombang Sertu Muntoha menambahkan dari sejumlah daerah yang terdampak banjir, yang paling parah di Desa Kademangan.

"Hujan hingga Minggu malam, yang terdampak ada delapan desa. Ini Desa Kademangan yang terparah. Kami survei kurang lebih 2 meter ketinggian air," kata dia.

Di Desa Kademangan tersebut terdapat 255 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Namun, warga masih enggan untuk mengungsi dan memilih bertahan di rumahnya.

Salah seorang warga, Faruk Edi (44) mengatakan air memang cukup tinggi. Jika di dalam rumah sekitar 1 meter dan di jalan raya sekitar 2 meter.

"Ini banjirnya karena sungai tidak bisa menampung debit air," kata dia.

Ia dengan anggota keluarga lainnya masih enggan untuk mengungsi dan meyakini air segera surut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.