Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua DPD RI dukung regulasi percepatan pembangunan Kepulauan Riau

📅 Senin, 09 Jun 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Ketua DPD RI dukung regulasi percepatan pembangunan Kepulauan Riau Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin (kanan) dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad berjalan menuju Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (9/6).

Tanjungpinang -- Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) yang memperjuangkan regulasi dan kebijakan di tingkat pusat guna mendorong percepatan pembangunan daerah kepulauan tersebut.

Menurutnya, DPD RI memahami betul daerah kepulauan memerlukan perhatian, baik dari sisi infrastruktur, konektivitas, maupun layanan publik. Pendekatan khusus memang dibutuhkan bagi provinsi dengan karakteristik wilayah seperti Kepri.

"Oleh karena itu, kami akan terus mengawal aspirasi dari Kepri agar mendapatkan porsi yang adil dalam kebijakan nasional,” kata Sultan Najamudin saat mengunjungi  Gedung Daerah Tanjungpinang, Kepri, Senin.

Dalam kesempatan itu, ia juga optimistis terhadap arah pembangunan di Provinsi Kepri yang disebutnya sebagai “Pintu Emas” Indonesia.

Dia mengatakan bahwa Kepri memiliki posisi geopolitik dan geoekonomi yang sangat strategis. Kepri merupakan wilayah kepulauan yang kaya sumber daya dan memiliki posisi geografis sangat penting di kawasan Asia Tenggara.

"Kepri bukan hanya penting bagi Sumatera, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan, terutama dalam konteks perdagangan internasional dan pertahanan maritim,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan 96 persen wilayah Kepri terdiri dari lautan dan hanya empat persen berupa daratan. Kepri terdiri dari tujuh kabupaten/kota dengan 2.408 pulau, sebanyak 394 pulau berpenghuni, termasuk 22 pulau yang berada di wilayah perbatasan.

Hal ini menjadikan Kepri sebagai salah satu provinsi strategis yang berbatasan langsung dengan hampir seluruh negara ASEAN.

Kepri juga disebut sebagai Permata Biru Ekonomi di Gerbang Utara Indonesia, karena berada di jalur perdagangan internasional, yaitu Selat Malaka dan berada pada ALKI I, yang setiap tahunnya dilintasi oleh 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer.

"Ini adalah peluang sekaligus tantangan besar yang terus kami kelola secara optimal,” kata Ansar.

Selain potensi geografis, kata Ansar, Kepri pum memiliki potensi besar dalam sektor investasi, pariwisata, serta kelautan dan perikanan.

Beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah berkembang antara lain KEK Galang Batang, KEK Nongsa Digital Park, KEK Batam Aero Technic, KEK Tanjung Sauh, KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam, serta KEK Pulau Nipah.

Selain itu, ditambah lagi dengan keberadaan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (KPPB) di Batam, Bintan dan Karimun, serta 21 kawasan industri tersebar di wilayah tersebut.

Sedangkan di sektor pariwisata, Kepri menduduki peringkat ketiga nasional sebagai daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak setelah DKI Jakarta dan Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Harga Cabai Rawit Rp105.300/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp105.300...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.