Pertikaian Trump-Musk Mengancam Program Luar Angkasa AS
📅 Minggu, 08 Jun 2025, 15:00 WIB | Oleh: Lili LestariVarian pendaratan di Bulan dari Starship dijadwalkan untuk Artemis III dan IV, misi berawak AS berikutnya ke Bulan. Jika Starship dikesampingkan, pesaingnya Blue Origin dapat diuntungkan -- tetapi jadwalnya hampir pasti akan mundur, memberi kesempatan kepada Tiongkok, yang bermaksid akan mendaratkan manusia pada tahun 2030, untuk sampai di sana terlebih dahulu, Forczyk memperingatkan.
"Sangat sedikit wahana peluncur yang memiliki kemampuan seperti Falcon 9 -- tidak mungkin untuk meninggalkannya semudah yang diperkirakan Presiden Trump," katanya.
Sementara itu NASA tampak bersemangat untuk menunjukkan bahwa mereka mempunyai pilihan.
"NASA sedang menilai potensi paling awal untuk penerbangan Starliner ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada awal 2026, sambil menunggu sertifikasi sistem dan penyelesaian masalah teknis Starliner," kata badan antariksa itu dalam sebuah pernyataan kepada AFP pada hari Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski begitu, Forczyk memperingatkan perseteruan itu dapat membuat Trump kecewa terhadap luar angkasa secara keseluruhan, yang dapat memperumit rencana jangka panjang NASA.
SpaceX tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah AS. Langganan Starlink dan peluncuran komersial menyumbang sebagian besar pendapatannya, dan perusahaan tersebut juga menjalankan misi swasta.
Berikutnya, dengan mitra Axiom Space, akan membawa astronaut dari India, Polandia, dan Hungaria, yang didanai oleh pemerintah masing-masing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kekuasaan Swasta, Risiko Publik
Tetapi kehilangan kontrak pemerintah AS tetap akan menjadi pukulan besar.
"Ini merupakan skenario kiamat bagi kedua belah pihak sehingga sulit membayangkan bagaimana upaya luar angkasa AS akan mengisi kesenjangan tersebut," kata Clayton Swope, wakil direktur Proyek Keamanan Dirgantara di Pusat Studi Strategis dan Internasional, kepada AFP.
"Kedua belah pihak punya banyak alasan untuk menjembatani perselisihan dan kembali berbisnis."
Tanda-tanda keretakan muncul akhir pekan lalu, ketika Gedung Putih tiba-tiba menarik nominasi miliarder Jared Isaacman -- sekutu dekat Musk yang dua kali terbang ke luar angkasa dengan SpaceX -- sebagai administrator NASA.
Dalam podcast baru-baru ini, Isaacman mengatakan ia yakin disingkirkan karena "beberapa orang punya masalah, dan saya adalah target yang jelas dan nyata."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!