Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Enam gunungan Grebeg Besar diarak dari Keraton Yogyakarta

📅 Sabtu, 07 Jun 2025, 23:59 WIB | Oleh:
Enam gunungan Grebeg Besar diarak dari Keraton Yogyakarta Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Abdi dalem membawa gunungan saat Grebeg Besar di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Sabtu (7/6/2025). Tradisi Grebeg Besar Keraton Yogyakarta merupakan rangkaian perayaan Idul Adha 1446 H sebagai simbol sedekah raja kepada rakyatnya sekaligus wujud syukur

Yogyakarta -- Sebanyak enam gunungan hasil bumi diarak ratusan prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam prosesi Hajad Dalem Grebeg Besar memperingati Idul Adha Tahun Je 1958/2025, Sabtu.

Gunungan-gunungan tersebut diberangkatkan dari Bangsal Pancaniti, Keraton Yogyakarta, lalu diarak melewati Regol Brajanala, Sitihinggil Lor, dan Pagelaran menuju halaman Masjid Gedhe Kauman. Di lokasi itu, sebagian gunungan didoakan dan langsung dibagikan kepada masyarakat.

Tiga gunungan lainnya didistribusikan ke Pura Pakualaman, Ndalem Mangkubumen dan Kompleks Kepatihan.

"Grebeg bukan sekadar perayaan, tetapi manifestasi filosofi masyarakat Yogyakarta yang menjunjung keteraturan, hormat pada pemimpin, dan syukur atas berkah," ujar Penghageng Kawedanan Hageng Kridhomardowo Keraton Yogyakarta KPH Notonegoro.

Dalam prosesi pembagian gunungan ke Kompleks Kepatihan, pada tahun ini prosesi diwarnai dengan kembalinya tradisi "Nyadhong" yang selaras dengan tata cara pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Sesuai tradisi itu, Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Tri Saktiyana menjemput langsung gunungan dari keraton, kemudian dibawa ke Kompleks Kepatihan dengan kawalan Bregada Bugis.

"Dari Kepatihan yang datang ke keraton untuk 'nyadhong' atau meminta gunungan, lalu dibawa pulang dan dibagikan," ujar Notonegoro.

Selain di Kepatihan, pembagian gunungan juga berlangsung di Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman, dan Ndalem Mangkubumen.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sebanyak 10 bregada prajurit Keraton Yogyakarta turut mengawal jalannya prosesi, yakni Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero, Nyutra, Bugis, dan Surakarsa.

Bregada Bugis secara khusus mengawal jalur distribusi hingga ke titik akhir di Kepatihan, sementara dua bregada dari Pura Pakualaman, yaitu Dragunder dan Plangkir mengawal prosesi menuju Pura Pakualaman.

Dalam prosesi kali ini, Keraton juga menampilkan rekonstruksi kehadiran prajurit putri Langenastra. Mereka tampil menari tayungan menuruni tangga Sitihinggil di belakang barisan Mantrijero saat lampah macak.

Atraksi tersebut sebagai wujud menghidupkan kembali tradisi lama dari era kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

"Tata cara ini mengacu pada pranatan adat lama untuk menjaga kesakralan dan kelancaran prosesi," ujar Ketua Pelaksana Grebeg Besar 2025, KRT Kusumanegara.

Selama rangkaian prosesi Grebeg Besar, kawasan Keraton Yogyakarta diberlakukan sebagai zona larangan terbang (no fly zone) dari permukaan tanah hingga 150 meter. Ketentuan ini dimaksudkan untuk menjaga kelancaran serta memberikan penghormatan terhadap jalannya Hajad Dalem tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Produksi keris pusaka

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Produksi keris pusaka
Luar Negeri
Iran Tolak Rencana Prancis ...
Nasional
MK gelar sidang putusan 29 ...

Pemerintah luncurkan logo HUT ke-81 RI

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pemerintah luncurkan logo H...
Ekonomi
Pemerintah tetapkan tenor r...

Parade janger tradisi remaja

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Parade janger tradisi remaja
Olahraga
Robert Lewandowski Gabung K...
  • Kabar Baik! Pemerintah Pertahankan Bunga KUR 6 Persen, UMKM Dapat Angin Segar
    Preview komentar:
    Thank you for sharing this informative article. Thank ...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

Susunan Pemain Brasil vs Jepang, Kedua Tim Turunkan Komposisi Terbaik, Matheus Cunha Starter, Neymar Cadangan

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.