Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Xi Jinping-Trump Bicara di Telepon, Ini yang di Bahas

📅 Jumat, 06 Jun 2025, 02:15 WIB | Oleh:

"Presiden Xi menyambut Presiden Trump untuk kembali mengunjungi China dan Presiden Trump menyampaikan terima kasih yang tulus," demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.

"Kedua kepala negara sepakat bahwa tim dari kedua pihak akan terus menjalankan konsensus Jenewa dengan baik, dan segera mengadakan putaran pembicaraan baru," menurut pernyataan itu.

Sedangkan Presiden Trump dalam dalam media sosialnya "Truth Social" mengatakan ia dan Presiden Xi membahas beberapa seluk-beluk perjanjian perdagangan yang baru saja mereka buat dan sepakati.

"Panggilan telepon tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam, dan menghasilkan kesimpulan yang sangat positif bagi kedua negara," kata Trump.

Trump pun menyebut pasca telepon tersebut seharusnya tidak ada lagi pertanyaan mengenai masalah mineral tanah jarang.

"Tim kami masing-masing akan segera bertemu di lokasi yang akan ditentukan," ungkap Trump.

AS akan diwakili oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang Amerika Serikat Jamieson Greer.

"Selama percakapan tersebut, Presiden Xi dengan ramah mengundang Ibu Negara dan saya untuk mengunjungi China, dan saya pun membalasnya. Sebagai Presiden dari dua negara besar, ini adalah sesuatu yang kami berdua nantikan untuk dilakukan," tambah Trump.

Percakapan tersebut, ungkap Trump, hampir seluruhnya difokuskan pada "PERDAGANGAN".

"Tidak ada yang dibahas mengenai Rusia/Ukraina, atau Iran. Kami akan memberi tahu media mengenai jadwal dan lokasi pertemuan yang akan segera diadakan," tutup Trump.

Panggilan telepon itu dilakukan setelah Washington dan Beijing saling menuduh telah melanggar kesepakatan yang dicapai beberapa pekan lalu di Jenewa.

Telepon tersebut juga menjadi panggilan telepon pertama mereka sejak kedua negara mulai mengenakan bea baru pada barang satu sama lain pada Februari 2025.

Pekan lalu AS juga mengumumkan mereka akan "secara agresif" mencabut visa bagi mahasiswa China, sebuah langkah yang siap berdampak pada salah satu demografi mahasiswa internasional terbesar di negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.