Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR RI: Indonesia Perlu Punya RS di Makkah Guna Efektivitas Layanan

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 17:31 WIB | Oleh:
DPR RI: Indonesia Perlu Punya RS di Makkah Guna Efektivitas Layanan Doc: ANTARA/HO - DPR RI (DPR RI)
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto (kanan) meninjau layanan kesehatan haji.

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai pentingnya Indonesia memiliki rumah sakit di Makkah, Arab Saudi, mengingat pembatasan oleh otoritas negara itu terhadap penyediaan layanan kesehatan pada masing-masing maktab atau hotel tempat jamaah menginap.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (4/6), Edy mengatakan hal itu menjadi hambatan dalam layanan kesehatan. Menurut Edy, pembatasan ini diawasi secara ketat oleh otoritas setempat, sehingga tenaga kesehatan Indonesia tidak bisa membuka pos layanan di lokasi pemondokan.

“Tenaga kesehatan kita hanya diperbolehkan melakukan pemeriksaan awal, selebihnya harus merujuk ke rumah sakit. Ini menjadi tantangan karena sistem rujukan rumah sakit di Arab Saudi belum sepenuhnya familiar bagi tenaga kesehatan kita,” kata Edy di sela kunjungannya ke Makkah sebagai bagian dari Tim Pengawas (Timwa) Haji DPR RI.

“Sebagai gantinya, mereka terpaksa melakukan kunjungan dari pintu ke pintu, memeriksa jamaah secara langsung di kamar-kamar. Ini jelas kurang efisien dan memperberat beban tenaga medis,” ucapnya.

Selain itu Edy juga menyoroti status Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah yang tidak mendapatkan izin resmi dari otoritas setempat. Hal ini disebabkan karena KKHI menggunakan bangunan hotel, yang menurut regulasi Arab Saudi tidak memenuhi syarat untuk fasilitas layanan kesehatan.

“Padahal selama ini KKHI sangat membantu dalam merawat jamaah yang sedang dalam masa pemulihan pasca-dirawat di rumah sakit. Karena tidak ada fasilitas tersebut, jamaah yang belum pulih total kini langsung dikembalikan ke hotel, padahal mereka masih membutuhkan pemantauan lanjutan,” ujarnya.

Oleh karena itu Edy pun mendorong pemerintah untuk melakukan langkah strategis jangka panjang, yakni mendirikan rumah sakit Indonesia di Mekkah. Dia menilai ini akan sangat membantu dari sisi kualitas layanan, komunikasi, dan kenyamanan jamaah.

Menurutnya, pendirian rumah sakit tersebut memerlukan kerja sama resmi dengan Pemerintah Arab Saudi. Namun hal ini sangat strategis dan layak diperjuangkan, mengingat jumlah jamaah Indonesia yang sangat besar dan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.

“Kita butuh fasilitas yang dikelola oleh Indonesia sendiri, dengan tenaga kesehatan kita yang sudah mengenal kultur dan bahasa jamaah. Ini menyangkut keselamatan warga negara kita di Tanah Suci,” kata Edy Wuryanto. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.