Rumah Ibadah di IKN Dibangun Satu Kompleks, Basuki: Simbol Kerukunan Umat Beragama
📅 Selasa, 03 Jun 2025, 10:11 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut pembangunan kompleks peribadatan di kawasan ibu kota Indonesia di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menjadi simbol kerukunan antar-umat beragama di Indonesia.
"Visi IKN sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar-umat beragama," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai fasilitas ibadah umat beragama di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (3/6).
Ia menyebut simbol kerukunan dan inklusifitas di jantung ibu kota Indonesia terlihat dari kompleks peribadatan yang saat ini dalam proses pembangunan.
Di kompleks peribadatan di IKN tersebut dibangun masjid negara, pura, wihara, kelenteng, gereja Kristen dan Katolik sebagai simbol ibu kota Indonesia sebagai kota masa depan yang inklusif dan merangkul keberagaman.
Pembangunan tempat peribadatan yang sedang dilaksanakan saat ini, katanya, yakni masjid negara, sedangkan selanjutnya dibangun gereja Katolik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan pembangunan tempat ibadah dalam satu kompleks tersebut bukan sekadar proyek fisik, tetapi memiliki makna filosofis yang mendalam, yakin menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antar-umat beragama di IKN.
"Pembangunan fasilitas ibadah bagi masyarakat sangat penting dan sebagai bagian dari simbol kerukunan di ibu kota Indonesia," katanya.
Ia mengatakan ibu kota Indonesia dibangun sebagai wilayah inklusif, multikultural, dan tidak hanya dihuni etnis atau umat beragama tertentu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!