Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Dominan Otak Kiri atau Kanan? Mitos Pendidikan yang Masih Dipercaya Guru PAUD

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis


  • hanya 7% responden yang tepat dalam menjawab “mengajar menyesuaikan berbagai gaya belajar akan meningkatkan kualitas belajar” sebagai pernyataan yang salah.


  • hanya 15% responden yang tepat menjawab “anak bisa dominan otak kiri atau kanan” sebagai pernyataan yang salah.


Temuan ini mengindikasikan bahwa tenaga pengajar membutuhkan lebih banyak konten neurosains berbasis bukti sebagai bagian dari edukasi dan pengembangan profesional mereka. Beberapa mitos neurosains memang tak berbahaya, tetapi mitos lainnya bisa berdampak pada cara mengajar dan pengalaman belajar anak.

Apa masalah dari mitos-mitos neurosains yang beredar?

Mitos 1: ‘Mengajar menyesuaikan berbagai gaya belajar akan meningkatkan kualitas belajar’

Konsep gaya belajar menjadi populer di tahun 1970-an. Konsep ini berargumen bahwa proses belajar akan semakin efektif jika anak menerima informasi dengan cara tertentu. Misalnya, “anak visual” belajar dengan melihat bahan pembelajaran, sedangkan “anak auditori” perlu mendengarkan bahan tersebut.

Konsep gaya belajar telah ditandai sebagai mitos sejak pertengahan tahun 2000-an. Namun, banyak pengajar yang masih mempercayai konsep tersebut.

Pada dasarnya, individu bisa memiliki cara mengakses informasi yang lebih disukai. Namun, tidak ada bukti bahwa preferensi cara belajar akan memengaruhi kegiatan belajar.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa penilaian guru akan gaya belajar anak juga cenderung tidak sesuai dengan preferensi belajar yang memang dimiliki anak.

Maka dari itu, pengajaran berdasarkan asumsi “gaya belajar” justru bisa tidak tepat sasaran.

Mitos 2: ‘anak selalu dominan otak kiri atau kanan’

Salah kaprah lain yang masih banyak dipercaya adalah setiap individu pasti memiliki bagian otak yang dominan, entah otak kiri (penuh perasaan dan kreatif) atau otak kanan (logis dan analitis).

Memang ada bukti bahwa beberapa fungsi otak lebih dominan pada salah satu sisi. Misalnya, fungsi bahasa cenderung diproses di otak kiri, sementara kemampuan berkonsentrasi lebih banyak melibatkan otak kanan. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa karakter atau bakat kita ditentukan oleh salah satu bagian otak yang dominan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

27 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.