Anak Dominan Otak Kiri atau Kanan? Mitos Pendidikan yang Masih Dipercaya Guru PAUD
📅 Selasa, 03 Jun 2025, 16:00 WIB | Oleh: Tim PenulisAncaman dari mitos ini muncul ketika anak berpikir bahwa mereka “lebih dominan otak kiri dibanding kanan” dan pengajar mendukung kepercayaan tersebut. Dari sana, anak dapat merasa bahwa mereka harus terpaku pada ilmu tertentu saja, misal ke ilmu sosial saja, atau ke ilmu matematika atau sains saja.
Akibatnya, siswa jadi terjebak di pakem ilmu tertentu sehingga tidak melakukan eksplorasi peluang jalur akademis dan karier lainnya. Memang, beberapa siswa berpeluang menjadi seniman berbakat, beberapa lainnya akan berhasil jadi ahli matematika, dan beberapa lainnya bisa jago di keduanya. Namun, kita tak seharusnya melabeli siswa berdasarkan mitos neurosains karena justru dapat membatasi kepercayaan diri dan potensi diri mereka.
Kezia Kevina Harmoko berkontribusi dalam penerjemahan artikel ini.
Kate E. Williams, Professor of Education, University of the Sunshine Coast
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!