Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Perhatikan Pendidikan Anak Usia Dini

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Perhatikan Pendidikan Anak Usia Dini Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Senior Advisor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Vivi Alatas dalam webinar bertajuk "The Urgency of Investing in Children during Prabowo Presidency", di Jakarta, Senin (29/7/2024).

Jakarta - Senior Advisor Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Vivi Alatas mengatakan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Satu tahun di PAUD jauh lebih penting daripada satu tahun di universitas," kata Vivi Alatas dalam webinar di Jakarta, Senin.

Namun demikian, kata dia, sayangnya pendidikan anak usia dini seperti Taman Kanak-kanak (TK) masih dianggap kurang penting oleh sebagian masyarakat.

"TK itu penting sekali, tapi TK itu masih dianggap tidak penting, bahkan oleh keluarga mapan," katanya.

Dikatakannya, hanya sekitar 50 persen anak dari keluarga mapan yang disekolahkan TK dan hanya 40 persen anak dari keluarga miskin yang disekolahkan TK.

"Padahal 1.000 hari pertama kehidupan jauh lebih penting daripada beribu-ribu hari selanjutnya," kata Vivi Alatas.

Menurut dia, sepertiga ketimpangan dimulai sebelum anak lahir, diantaranya yakni adanya perbedaan tempat lahir dan pendidikan orang tua.

Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan cara-cara untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak Indonesia agar mereka bisa tumbuh menjadi cerdas dan sehat.

Salah satu ketimpangan adalah angka kematian ibu di Indonesia yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di ASEAN.

TNP2K mencatat 14 persen persalinan terjadi di luar fasilitas kesehatan dan lebih dari setengahnya tidak dibantu oleh tenaga kesehatan.

"Padahal salah satu hal yang paling penting bagi seorang bayi yang lahir di hari pertama kelahirannya adalah ibunya yang hidup," katanya.

Kemudian hanya 74 persen keluarga di Indonesia yang melakukan konsultasi kehamilan, 52 persen bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga enam bulan.

"Padahal ASI adalah hadiah terindah yang bisa diberikan ibu kepada anaknya, tapi masih susah, karena dominasi susu formula maupun susahnya memberikan ASI di tempat kerja," katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga mencatat baru 63 persen anak Indonesia yang mendapatkan imunisasi lengkap.

Vivi Alatas menilai terdapat perbedaan tingkat imunisasi pada anak dari keluarga miskin dan anak dari keluarga mapan.

"Walaupun dari keluarga mapan, masih banyak yang imunisasi-nya tidak lengkap. Apalagi yang di keluarga miskin. Belum lagi ditambah kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang baik," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.