IHSG Terseret Arus Negatif Asia, Awal Pekan Tak Bergairah
📅 Senin, 02 Jun 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Pasar saham di Indonesia mengawali start kurang baik di bulan ini. Awal pekan ini sekaligus awal Juni 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah.
Untungnya, pasar saham di Tanah Air tak sendirian. Mayoritas bursa di kawasan Asia, juga bernasib serupa, berakhir di zona merah pada awal pekan.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/6) sore ditutup melemah 110,75 poin atau 1,54 persen ke posisi 7.065,07, mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 18,81 poin atau 2,31 persen ke posisi 816,72.
“Bursa regional Asia didominasi pelemahan seiring terus memanasnya ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, sementara investor bersikap defensif menjelang data pekerjaan AS, suku bunga Eropa yang diharapkan mengalami penurunan, dan munculnya kekhawatiran terhadap pandemi Covid-19," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami deflasi 0,37 persen month to month (mtm) pada Mei 2025, yang mana terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 108,07 pada Mei 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, inflasi tahunan tercatat 1,60 persen year on year (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,19 persen year to date (ytd).
BPS juga melaporkan Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 0,16 miliar dolar AS pada April 2025 atau terendah sejak Mei 2020, berdasarkan perhitungan nilai ekspor sebesar 20,74 miliar dolar AS dikurangi impor sebesar 20,59 miliar dolar AS.
Nilai neraca perdagangan April 2025 tercatat jauh lebih rendah dari Maret 2025 yang senilai 4,33 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mewaspadai peningkatan COVID-19 di Asia juga memicu kekhawatiran bagi pelaku pasar.
Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump menginformasikan tengah memantau diskusi positif dengan Uni Eropa, yang mana Trump melihat positif gerak cepat dari Uni Eropa yang langsung meminta pertemuan dengan AS, serta melihat bahwa Eropa juga melakukan sama dengan yang diminta terhadap Tiongkok yaitu membuka perdagangan Eropa terhadap AS.
Namun demikian, pelaku pasar melihat bahwa volatilitas masih akan tinggi khususnya pada periode Juli dan Agustus 2025 nanti, yang merupakan periode akhir dari negosiasi tarif AS dengan negara lain.
Pelaku pasar juga menantikan data ekonomi dari AS, diantaranya ISM Manufacturing Index, ADP Employment Change, ISM Services, Trade Balance, Nonfarm Payrolls dan Unemployment Rate.
Dari kawasan Eropa, akan ada rilis data inflasi, keputusan kebijakan moneter Europan Central Bank (ECB) dan penjualan ritel. Sedangkan, dari kawasan Asia, Tiongkok akan merilis data Caixin Manufacturing PMI dan Caixin Services PMI.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!