Hati-hati, Fortinet Ungkap Lonjakan Serangan Siber Berbasis AI
📅 Minggu, 01 Jun 2025, 19:35 WIB | Oleh: Haryo BronoPenggunaan alat simulasi pelanggaran dan serangan (breach & attack simulation/BAS) untuk menilai pertahanan endpoint, jaringan, dan cloud secara rutin terhadap skenario serangan nyata memastikan ketahanan terhadap pergerakan lateral dan eksploitasi.
Mensimulasikan serangan dunia nyata
Melakukan latihan simulasi pelaku ancaman, red teaming dan purple teaming, serta manfaatkan kerangka MITRE ATT&CK untuk menguji ketahanan terhadap ancaman seperti ransomware dan kampanye spionase.
Mengurangi paparan serangan permukaan
Sebaiknya Anda baca juga:
Menggunakan alat manajemen permukaan serangan (attack surface management/ASM) untuk mendeteksi aset yang terekspos, kredensial yang bocor, dan kerentanan yang dapat dieksploitasi, sambil memantau forum darknet secara berkelanjutan untuk mendeteksi ancaman baru.
Memprioritaskan kerentanan risiko tinggi
Memfokuskan upaya remediasi pada kerentanan yang secara aktif dibahas oleh kelompok kejahatan siber, dengan memanfaatkan kerangka kerja prioritisasi berbasis risiko seperti EPSS dan CVSS guna mendukung manajemen patch yang efektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memanfaatkan intelijen dark web
Memantau marketplace di darknet untuk mendeteksi layanan ransomware yang muncul dan melacak aktivitas koordinasi kelompok hacktivist guna mengantisipasi ancaman seperti serangan DDoS dan pengubahan tampilan situs web (web defacement).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!