Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Anda Tahu! Cegah Faktor Penyebab Alzheimer pada Lansia dengan 'Sleep Hygiene'

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 20:51 WIB | Oleh:
Perlu Anda Tahu! Cegah Faktor Penyebab Alzheimer pada Lansia dengan 'Sleep Hygiene' Doc: ANTARA/HO- Unika Atma Jaya
Ket. Seorang lansia sedang melakukan permainan yang dapat mengasah otak untuk mencegah demensia Alzheimer di Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Menciptakan pola tidur melalui sleep hygiene bagi lansia dinilai dapat memberikan istirahat yang cukup dan menjaga fungsi otak sehingga dapat mengurangi satu faktor penyebab terjadinya demensia alzheimer terutama untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun.

Dokter spesialis Kejiwaan dr. Tiur Sihombing, Sp.KJ.,Subsp.Ger(K) menyebutkan bahwa "sleep hygiene" atau kebiasaan untuk mendukung tidur yang berkualitas dapat menjadi salah satu cara yang diterapkan pada orang lanjut usia (lansia) agar tidak mengidap demensia alzheimer.

"Dalam hal tidur itu bisa diubah untuk mencegah (alzheimer), karena lansia pola tidurnya suka terbalik-balik. Karena memang lansia itu tidurnya sebentar-sebentar tapi akhirnya membuat kesulitan tidur di malam hari. Maka dari itu perlu dipastikan sleep hygiene-nya agar tercipta pola tidur yang tepat," kata dokter Tiur dalam webinar yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan dalam memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2025 yang diikuti, Selasa (27/5).

Secara khusus membahas demensia alzheimer, dokter Tiur mengatakan penyakit ini merupakan bagian dari demensia (penurunan fungsi otak) yang kerap dialami oleh lansia terjadi karena penumpukan plak dan kekusutan serabut saraf di otak akibat radikal bebas.

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya demensia alzheimer adalah riwayat pada keluarga, faktor genetik, dan gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan bergadang, merokok, dan kebiasaan mengonsumsi alkohol. Maka dari itu, menciptakan pola tidur yang tepat bagi lansia dapat mengurangi faktor risiko terjadinya demensia alzheimer.

Adapun dalam penjelasannya, dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) itu menyebutkan bahwa sleep hygiene dapat diciptakan oleh orang yang merawat lansia atau caregiver dengan memastikan kebersihan kamar tempat lansia tidur.

Selain itu, caregiver juga perlu memastikan suhu ruangan tempat tidur berada dalam kondisi yang tepat yakni tidak terlalu panas maupun tidak terlalu dingin.

Apabila memungkinkan saat lansia tidur pastikan ruangan kamar berada dalam kondisi gelap, namun apabila dirasakan sulit untuk mobilitas di malam hari maka kamar tidur bisa dilengkapi dengan lampu tidur berukuran kecil.

"Dengan kondisi kamar yang gelap atau lampu yang dimatikan maka nantinya hormon melatonin yang ada di dalam tubuh bisa keluar dan hal itu menginduksi tidur yang nyenyak. Tapi jika ternyata lansia takut gelap, takut jatuh saat di kamar, itu bisa pakai lampu tidur yang kecil," kata dokter Tiur.

Ia juga menegaskan sebagai bagian dari sleep hygiene ada baiknya lansia hanya boleh masuk ke kamar tidur ketika benar-benar akan beristirahat untuk tidur dan tidak melakukan aktivitas lainnya seperti menonton TV atau memainkan HP, dengan demikian istirahat yang berkualitas melalui tidur bisa dicapai oleh lansia.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2021 ada sebanyak 57 juta orang yang mengalami demensia dan 60-70 persen di antaranya merupakan pengidap Demensia Alzheimer.

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan pada 2023 menyebutkan angka prevalensi demensia alzheimer mencapai 27,9 persen secara nasional.

Berkaca dari data-data tersebut maka penting bagi masyarakat untuk bisa mendukung lansia menghindari faktor-faktor penyebab demensia alzheimer sehingga nantinya lansia tetap bisa mandiri dan aktif di masa tuanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...

Pemerintah Evaluasi Operator KMP Mutiara Santosa II Usai Kebakaran

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...

Ratusan korban selamat KMP Mutiara Santosa II Tiba di Surabaya

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Ekonomi
Jelang HUT RI, Pedagang Ben...

Laga Penentu Jalan Menuju Empat Besar

35 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...

Arsenal Siap Berburu Semua Gelar

50 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Luar Negeri
Ceuta Spanyol Hadapi Gelomb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.