Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab OKU Timur Komitmen Lestarikan Bahasa Komering

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 16:32 WIB | Oleh:
Pemkab OKU Timur Komitmen Lestarikan Bahasa Komering Doc: Istimewa
Ket. Rumah adat Komering

MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan melestarikan Bahasa Komering khas daerah setempat agar tidak punah sering dengan kemajuan zaman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur, Wakimin di Martapura, Sumsel, Selasa mengatakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir pihaknya melakukan revitalisasi Bahasa Komering untuk menjaga adat budaya OKU Timur agar tidak punah akibat tergerus zaman. 

Dia mengatakan, program revitalisasi Bahasa Komering mencakup berbagai aspek, mulai dari integrasi dalam kurikulum muatan lokal sekolah, penerbitan Perbup sebagai regulasi pendukung.

Bahkan, bahasa khas masyarakat Kabupaten OKU Timur tersebut saat ini telah masuk dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar wilayah setempat. 

"Siswa sekolah dasar di OKU Timur menerapkan Bahasa Komering dalam mata pelajaran Muatan Lokal," katanya.

Selain itu, Bahasa Komering saat ini juga sudah memiliki kamus bahasa sendiri dengan 1.000 kosakata bahasa khas daerah tersebut.

"Suatu kebanggaan bahasa khas Kabupaten OKU Timur memiliki kamus sendiri, bahkan menjadi bagian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)," kata dia.

Dia menjelaskan, Bahasa Komering dapat masuk di KBBI setelah melalui proses panjang oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan.

"Setelah dikaji bahasa asli Kabupaten OKU Timur ini layak masuk dalam kamus besar bahasa Indonesia," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati OKU Timur Adi Nugraha Purna Yudha menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) Tahun 2025.

Menurut Wabup Yudha, penghargaan ini diberikan kepada Pemkab OKU Timur karena dianggap terus berkomitmen dan konsisten melakukan revitalisasi Bahasa Komering.

Bahasa Komering saat ini telah terintegrasi dalam kurikulum muatan lokal pada sekolah-sekolah di Kabupaten OKU Timur serta menjadi simbol identitas lokal.

"Penghargaan ini diberikan untuk seluruh masyarakat OKU Timur dari para guru dan penggiat budaya, serta dukungan masyarakat yang terus menghidupkan Bahasa Komering dalam kehidupan sehari-hari," ujar Yudha. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.