Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Nguri-uri” Tradisi Pisungsung Jaladri di Parangtritis, Kekayaan Budaya Yogyakarta

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 18:38 WIB | Oleh:
“Nguri-uri” Tradisi Pisungsung Jaladri di Parangtritis, Kekayaan Budaya Yogyakarta Doc: antara foto
Ket. Tradisi Pisungsung Jaladri, upacara adat merti dusun oleh masyarakat Dusun Mancingan, Kelurahan Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY.

BANTUL - Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan tradisi Pisungsung Jaladri, upacara adat merti dusun oleh masyarakat Dusun Mancingan, Kelurahan Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi bagian dari kekayaan budaya Yogyakarta.

"Tradisi Pisungsung Jaladri adalah bagian dari kekayaan budaya Yogyakarta yang sangat berharga. Ini bukan hanya sekadar upacara adat, tetapi juga memiliki makna yang mendalam," kata dia saat menghadiri tradisi Pisungsung Jaladri di Joglo Parangtritis di Bantul, Selasa (27/5).

Pisungsung Jaladri yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda ini, merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan sejak 1989, sebagai wujud syukur masyarakat pesisir pantai kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rezeki berupa hasil bumi dan hasil laut.

"Sebagai masyarakat Bantul, kita patut berbangga karena memiliki tradisi luhur yang diwariskan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita. Pisungsung Jaladri juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dan alam," katanya.

Ia juga menilai tradisi ini menjadi penegasan bahwa masyarakat Bantul religius dengan menyandarkan segala sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Upacara adat ini dapat terus hidup dan berkembang karena adanya kesadaran dan tanggung jawab dari masyarakat untuk menjaga warisan budaya ini," katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara mengatakan tradisi ini menjadi bagian dari roh keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Inilah tugas kita, menjaga harmoni antara manusia, alam, dan juga sang pencipta. Budaya yang tidak hanya dijaga dan dilestarikan tapi juga menghidupi dan memberi arah. Mari terus kita rawat tradisi ini," katanya.

Upacara adat Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri tersebut diikuti ratusan masyarakat yang berpakaian adat jawa. Mereka berkumpul di Joglo Pariwisata Pantai Parangtritis, KabupatenBantul untuk kemudian mengarak beragam ubo rampe atau sesaji menuju Cepuri Parangkusumo.

Di Cepuri Parangkusumo, ubo rampe yang dikirab itu kemudian didoakan abdi dalem dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Upacara adat tersebut diakhiri dengan melarung atau melabuh sesaji di Pantai Parangkusumo Bantul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.