Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Pemimpin Asia Tenggara Bertemu di Kuala Lumpur, Bahas Tarif, Myanmar, hingga Timor Leste

📅 Senin, 26 Mei 2025, 09:00 WIB | Oleh:

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan pada hari Minggu, Amerika Serikat belum menanggapi surat yang meminta pertemuan puncak khusus ASEAN-AS tahun ini. 

"Idealnya, negara-negara anggota ASEAN harus bertanya pada diri mereka sendiri apakah menjaga netralitas sudah cukup?" kata Adib Zalkapli dari firma penasihat risiko Viewfinder Global Affairs kepada AFP. 

Tarif Trump telah menunjukkan bahwa "negara anggota ASEAN tidak bisa tetap menjadi penonton pasif sambil menunggu kekuatan besar lain menentukan agenda global", katanya. 

Konflik Myanmar 

Pada hari Minggu, Malaysia mencoba meningkatkan tekanan pada junta militer negara anggota Myanmar, yang para pemimpinnya dilarang menghadiri pertemuan puncak ASEAN karena kurangnya kemajuan pada kesepakatan damai lima poin yang disepakati oleh blok tersebut pada tahun 2021. 

"Satu hal yang pasti bahwa kami sepakat adalah bahwa pemerintah Myanmar... harus mematuhi konsensus lima poin yang mereka sendiri sepakati sebagai salah satu penandatangan," kata Mohamad.

ASEAN sejauh ini telah melakukan upaya diplomatik yang sia-sia untuk mengakhiri konflik, yang dipicu ketika junta melancarkan kudeta yang menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada Februari 2021.

Mohamad pada hari Minggu menyerukan perpanjangan dan perluasan gencatan senjata yang dideklarasikan setelah gempa bumi mematikan, meskipun pertempuran yang sedang berlangsung membuat efektivitasnya dipertanyakan.  

Sementara itu ASEAN mungkin akan menambahkan negara anggota ke-11 sebelum akhir tahun, kata diplomat tinggi itu. 

Timor Leste, negara termuda di Asia, "telah membuat kemajuan berarti dalam menerapkan peta jalan" dan ada "dukungan kuat" untuk bergabung dengan blok tersebut, katanya. 

Negara-negara anggota ASEAN "sekarang akan mulai menjalankan prosedur hukum domestik masing-masing" dengan tujuan untuk menyelesaikan aksesinya pada pertemuan puncak berikutnya di bulan Oktober "semoga saja", kata Mohamad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.