Jakarta dan Banten Serap Hasil Panen Padi secara Maksimal
📅 Senin, 26 Mei 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
JAKARTA – Saat ini musim panen padi. Maka, Badan Urusan Logistik Jakarta dan Banten mengoptimalkan penyerapan beras hasil petani dengan harga maksimal supaya menyejahterakan petani.
“Bulog hadir di tengah panen raya untuk membeli gabah kering panen setiap hari agar produksi petani lokal terserap maksimal,” kata Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta dan Banten, Bambang Prihatmoko di Jakarta, Minggu.
Menurutnya, pembelian ini juga sebagai upaya menjaga agar harga gabah di tingkat petani pada masa panen tidak jatuh atau dibeli murah oleh tengkulak. Dalam hal ini Tim Jemput Gabah Bulog bersama Babinsa TNI berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan pembelian gabah langsung ke petani.
Gabah hasil pembelian kemudian dibawa ke mitra penggilingan untuk diolah menjadi beras, selanjutnya dikirim ke gudang Bulog. Bambang menjelaskan, harga pembelian GKP senilai 6.500 per kilogram (kg) sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 dan 16 Tahun 2025.
Bambang menuturkan, penetapan kebijakan Harga Pokok Penjualan (HPP) bertujuan peningkatan kesejahteraan petani. Selain itu, untuk mendorong gairah petani untuk meningkatkan produksi, yang pa da akhirnya memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP)
Sebaiknya Anda baca juga:
Bambang mengapresiasi kerja keras serta ikhlas seluruh pihak dan ketersediaan stok CBP yang aman merupakan salah satu hasil dari program kegiatan penyerapan gabah/beras di wilayah Jakarta dan Banten.
Hasil Sinergi
Capaian ini tidak diraih Bulog sendirian tapi merupakan hasil dari sinergi yang baik Perum Bulog dengan Poktan. Kemudian, mitra penggilingan padi serta dukungan penuh dari Babinsa TNI, Polri, PPL, pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengutarakan, penguatan stok CBP menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga konsumen dan pasokan beras di pasar. Ini khususnya menjelang periode rawan pangan dan situasi menghadapi fluktuasi cuaca ekstrem. “Perum Bulog Kanwil Jakarta dan Banten membuktikan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tandas Bambang.’
Saat ini Bulog Kanwil Jakarta dan Banten menguasai stok CBP sebanyak 344.000 ton atau lebih dari 10 persen total stok CBP seluruh Indonesia. Bambang menginformasikan, target penyerapan ditambah dari semula 45.970 ton menjadi 53.504 ton setara beras sampai akhir bulan Mei.
Sampai kini telah direalisasikan penyerapan sebanyak 85.334 ton gabah dan 4.720 ton beras dari petani-petani di daerah Banten dan Jakarta. “Total penyerapan yang dilakukan sejak awal tahun telah mencapai 50.272 ton setara beras atau 94 persen dari target baru yang ditetapkan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!