Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Lampung Selatan Capai 493 Sepanjang 2025

📅 Senin, 26 Jan 2026, 07:07 WIB | Oleh:
Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Lampung Selatan Capai 493 Sepanjang 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Petugas saat memberikan vaksin terhadap hewan peliharaan di Lampung Selatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan  mencatat sebanyak 493 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) terjadi di wilayah tersebut sepanjang tahun 2025.

Pelaksana Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan, Anisa pada Ahad mengatakan, kasus gigitan HPR yang terjadi di daerah itu mayoritas akibat gigitan anjing.

Sedangkan sisanya karena gigitan kucing dan kera. "Kasus gigitan hewan penular rabies sepanjang bulan Januari sampai dengan Desember 2025 tercatat sebanyak 493 kasus," kata dia.

Menurut dia, rabies dengan nama lain lyssa adalah virus yang terinfeksi melalui gigitan hewan seperti anjing, kucing, kelelawar maupun hewan lainnya.

Selain gigitan, penularan rabies juga dapat disebabkan kontak air liur hewan terinfeksi melalui luka terbuka atau membran mukosa.

Virus lyssa atau rabies tersebut menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan gejala parah termasuk perubahan perilaku, kesulitan menelan, kelumpuhan serta kejang.

Untuk menekan angka kasus HPR ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya rabies dan cara pencegahannya.

"Kemudian edukasi mengenai pentingnya segera melapor dan mendapatkan perawatan medis setelah gigitan hewan,” ujarnya.

Guna penanganan kasus gigitan, pihaknya terus menggencarkan pemberian vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR) kepada korban gigitan sesuai pedoman Kemenkes.

Selain itu pencatatan dan pelaporan kasus gigitan hewan ke sistem surveilans. "Monitoring dan evaluasi program serta melakukan koordinasi lintas sektor dengan bekerja sama dengan dinas peternakan, aparat desa dan tokoh masyarakat."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.