Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DIY Gagas Pelabuhan Sadeng sebagai Kampung Nelayan Merah Putih

📅 Senin, 26 Mei 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
DIY Gagas Pelabuhan Sadeng sebagai Kampung Nelayan Merah Putih Doc: Antara
Ket. Nelayan beraktivitas di atas kapal yang bersandar di Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Yogyakarta, - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng di Kabupaten Gunungkidul, DIY menjadi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY R. Hery Sulistio Hermawan saat dihubungi di Yogyakarta, Senin (26/6), mengatakan usulan itu sebagai tindak lanjut surat resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP ) terkait rencana pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

"Salah satu kandidat usulannya memang di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng di Gunungkidul," ujar dia.

Hery menilai kawasan PPP Sadeng memenuhi berbagai syarat program itu, mulai dari keberadaan pelabuhan perikanan yang sudah operasional, memiliki sejumlah kapal besar, hingga jaringan distribusi hasil laut.

"Potensi hasil laut yang didaratkan luar biasa. kemudian juga sudah ada beberapa pelaku usaha perikanan tangkap, ada kapal-kapal besar, ada 'cold storage', kemudian juga ada pabrik es, dan juga ada pedagangnya," ujar dia.

Menurut Hery, produk perikanan dari kawasan tersebut selama ini menjangkau berbagai pasar di wilayah DIY, termasuk Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, dan Bantul.

Tak hanya itu, Pemda DIY juga tengah mendorong pengembangan hilirisasi industri perikanan di kawasan Sadeng untuk memberi nilai tambah dan multiplier effect bagi masyarakat sekitar.

"Harapannya nanti akan tumbuh industri pengolahan di sana. Produk yang bisa menjadi bahan buat ekspor, biar diekspor. Sedangkan produk-produk yang dipasarkan di pasar lokal, harapannya nanti bisa terdistribusikan di masyarakat kita," kata dia.

Menurutnya, usulan itu juga sejalan dengan rencana Pemda DIY yang memproyeksikan kawasan Sadeng menjadi proyek strategis nasional sesuai dokumen perencanaan pembangunan di Bappeda DIY.

"Mohon doanya lah biar bisa lolos. Saya ingin tahun ini satu dulu (Kampung Nelayan Merah Putih), nanti biar kelihatan hasilnya. Baru kita geser ke daerah lain," ujar dia.

Selain mendukung ekonomi pesisir, Hery menambahkan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan itu juga diharapkan dapat menyuplai bahan pangan bergizi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami juga ini sedang mengincar pasar baru, utamanya di Program MBG, biar ada produk hasil kelautan yang bisa masuk ke dapur SPPG," kata dia.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP DIY Catur Nur Amin mengakui kawasan yang menjadi kandidat Kampung Nelayan Merah Putih di Sadeng, Gunungkidul berada di atas tanah yang berstatus Sultan Ground (SG).

Karena itu, penggunaan tanah tersebut nantinya memerlukan pengajuan "kekancingan" atau proses permohonan resmi kepada Keraton Yogyakarta untuk memperoleh izin pemanfaatan lahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.