Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Sugiono: Indonesia Dorong Penyelesaian Krisis Myanmar Secara Damai

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 09:25 WIB | Oleh:
Menlu Sugiono: Indonesia Dorong Penyelesaian Krisis Myanmar Secara Damai Doc: Kemlu RI
Ket. Pertemuan Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus pada KTT ke-46 ASEAN, di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/5/2025)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Sugiono menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong penyelesaian krisis Myanmar secara damai.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus yang diselenggarakan dalam rangkaian KTT ke-46 ASEAN pada Sabtu (25/5) di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.

“Indonesia tetap teguh pada komitmen untuk mendorong penyelesaian damai di Myanmar. Stabilitas kawasan hanya bisa tercapai bila ASEAN bersatu dan bertindak berdasarkan prinsip konsensus serta solidaritas,” kata Menlu Sugiono sebagaimana dikutip dari pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Minggu (25/5).

Menlu Sugiono menekankan kembali pentingnya implementasi penuh dari Five-Point Consensus (5PC) ASEAN — sebuah kesepakatan pasca kudeta militer Myanmar pada 2021 — dengan berfokus pada menghentikan kekerasan, memperluas bantuan kemanusiaan, dan memastikan dialog inklusif yang melibatkan semua pemangku kepentingan di Myanmar.

Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai inisiatif Malaysia, sebagai Ketua ASEAN tahun ini, dalam memfasilitasi proses penyelesaian konflik internal secara damai di Myanmar, serta kesiapan Indonesia untuk terus berkontribusi aktif dalam pemulihan demokrasi dan stabilitas Myanmar.

“Kekuatan ASEAN terletak pada kesatuannya. Dalam menghadapi krisis Myanmar, kita harus berbicara dengan satu suara, dan bertindak dengan satu tujuan untuk mendorong implementasi penuh 5PC,” tegasnya.

Pertemuan Extended Informal Consultation on the Implementation of the Five-Point Consensus merupakan forum informal yang mempertemukan para Menteri Luar Negeri ASEAN dan Utusan Khusus untuk Myanmar.

Tujuan dari ajang pertemuan tersebut adalah untuk membahas perkembangan situasi di Myanmar serta mendorong implementasi Five-Point Consensus secara lebih efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.