Iran dan AS Kembali Gelar Perundingan Nuklir di Roma
📅 Jumat, 23 Mei 2025, 11:36 WIB | Oleh: Lili LestariPara ahli di Teheran mengatakan Iran tidak mungkin mundur.
"Cukup sederhana; jika AS mengharapkan Iran menghentikan pengayaan nuklir, maka tidak akan ada kesepakatan," kata Mohammad Marandi, seorang ilmuwan politik yang pernah menjadi penasihat masalah nuklir.
Organisasi Energi Atom Iran mengatakan industri nuklir negara itu mempekerjakan 17.000 orang, serupa dengan negara lain di mana uranium diperkaya untuk penggunaan sipil.
"Belanda, Belgia, Korea Selatan, Brasil, dan Jepang memperkaya (uranium) tanpa memiliki senjata nuklir," kata juru bicaranya Behrouz Kamalvandi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Permusuhan Iran dengan Israel, yang pendukung utamanya adalah Amerika Serikat, telah menjadi latar belakang yang konstan dalam pembicaraan tersebut.
Dalam suratnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Araghchi menulis: "Kami percaya bahwa jika terjadi serangan terhadap fasilitas nuklir Republik Islam Iran oleh rezim Zionis, pemerintah AS juga akan terlibat dan memikul tanggung jawab hukum."
Peringatan itu muncul setelah CNN, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan Israel sedang melakukan persiapan untuk melakukan serangan semacam itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gedung Putih mengatakan Trump melakukan "diskusi produktif" dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis tentang Iran dan penembakan fatal terhadap dua staf kedutaan Israel di Washington.
Tidak Dapat Diubah
Pembicaraan hari Jumat akan diadakan sebelum pertemuan Dewan Gubernur IAEA pada bulan Juni di Wina di mana kegiatan nuklir Iran akan ditinjau.
Kesepakatan tahun 2015 memberikan kemungkinan sanksi PBB diberlakukan kembali melalui mekanisme yang disebut "snapback" jika Iran gagal memenuhi komitmennya.
Tiga negara penandatangan perjanjian Eropa -- Inggris, Prancis, dan Jerman -- telah memperingatkan mereka akan memicu mekanisme tersebut jika keamanan benua itu terancam.
Diplomat utama Iran Araghchi mengatakan langkah seperti itu akan memiliki "konsekuensi -- tidak hanya berakhirnya peran Eropa dalam perjanjian tersebut, tetapi juga meningkatnya ketegangan yang bisa menjadi tidak dapat diubah lagi".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!