Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Jakarta Imbau Warga Tangani Limbah Hewan Kurban Secara Ramah Lingkungan

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 10:27 WIB | Oleh:
DKI Jakarta Imbau Warga Tangani Limbah Hewan Kurban Secara Ramah Lingkungan Doc: Antara Foto
Ket. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk menangani limbah hewan kurban dengan cara yang ramah lingkungan. Langkah ini penting guna menjaga kebersihan, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan selama Idul Adha.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan cara menangani limbah cair hewan kurban seperti darah secara aman dan ramah lingkungan, salah satunya dengan menguburnya di dalam lubang tanah kedap air.

Analis Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Ria Triany di Jakarta, Kamis, menjelaskan, spesifikasi lubang penampungan dapat didesain berdasarkan estimasi volume darah per kilogram (kg) bobot hewan, yaitu 60 mililiter (ml) per kg bobot hewan.

Dia mencontohkan, untuk 10 ekor sapi masing-masing berbobot 500 kg, diperkirakan dihasilkan 0,3 m³ darah sehingga dapat didesain lubang penampungan berkapasitas minimal 0,3 m³ dengan ukuran 1,2 m (kedalaman), 0,5 m (panjang) dan 0,5 m (lebar).

"Setelah diisi, limbah tersebut perlu diberi disinfektan seperti tablet klorin atau kapur tohor," kata Ria.

Setelah itu, untuk air bekas pencucian daging harus ditampung dalam tangki septik (septic tank) yang dirancang agar tidak merembes dan memiliki jarak aman dari saluran pembuangan.

Air ini juga perlu ditambahkan disinfektan untuk menjamin keamanan lingkungan.

Sementara itu, sisa darah atau cairan dari area pemotongan harus dibersihkan menggunakan bahan penyerap seperti serbuk kayu, sekam padi, arang aktif atau zeolit.

Lalu, air yang sudah tidak bercampur darah dapat dimanfaatkan kembali. Misalnya untuk menyiram tanaman.

Kemudian, untuk bagian tubuh hewan yang tidak dimanfaatkan, pengelolaannya juga harus dilakukan secara bijak.

Ria juga mengingatkan warga agar mempertimbangkan luas lahan yang tersedia. Bila lahan luas dan jumlah hewan tidak banyak, maka sisa tersebut dapat ditimbun dalam tanah dengan tambahan disinfektan.

Alternatif lainnya adalah diolah menggunakan "Maggot Black Soldier Fly" atau lalat tentara hitam dari proses pengolahan sampah dengan maggot.

Tetapi, apabila jumlah hewan kurban banyak dan lokasi tidak memadai, maka sisa tubuh hewan harus diperlakukan sebagai limbah padat organik khusus karena berpotensi mengandung patogen.

Limbah ini harus dipisahkan dari sampah organik biasa dan sampah non-organik. "Lalu dimusnahkan melalui proses insinerasi (dibakar)," kata Ria.

Terakhir, konsumsi makanan saat kurban juga perlu dikelola agar tidak menambah timbunan sampah pada Idul Adha 1446 Hijriah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.