Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi Ungkap Kebiasaan Kurang Tidur Pengaruhi Kenaikan Berat Badan

📅 Senin, 27 Jul 2026, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Studi Ungkap Kebiasaan Kurang Tidur Pengaruhi Kenaikan Berat Badan Doc: Facebook
Ket. Ilustrasi

JAKARTA - Kebiasaan mengurangi waktu tidur berisiko mempengaruhi peningkatan berat badan, menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Studi tersebut menemukan bahwa orang dewasa yang tidur sekitar 90 menit lebih sedikit setiap malam, selama enam minggu mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar satu pon, sebagaimana dikutip siaran New York Post, Minggu (26/7).

Studi dari peneliti Columbia University Irving Medical Center itu mengamati 95 orang dewasa yang telah memiliki risiko penyakit jantung atau gangguan metabolik. Mereka membandingkan kondisi peserta selama enam minggu dengan waktu tidur yang cukup dan enam minggu berikutnya ketika waktu tidur mereka dikurangi sekitar 90 menit setiap malam.

Hingga akhir periode, pada fase tidur yang kurang para peserta rata-rata memiliki berat badan sekitar satu pon lebih banyak dan lingkar pinggang yang sedikit lebih besar. Mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk, meskipun tingkat aktivitas fisik sedang hingga berat mereka relatif tidak berubah.

Meski berat badan meningkat, peneliti tidak menemukan perubahan yang signifikan pada massa lemak maupun massa otot. Penelitian ini juga tidak mencatat jumlah makanan yang dikonsumsi peserta, sehingga penyebab pasti kenaikan berat badan tersebut belum dapat dipastikan.

Meski tidak terlibat dalam penelitian tersebut, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (OB-GYN) asal Ohio Dr. Somi Javaid mengatakan bahwa tidur memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme tubuh.

Menurut Javaid, kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat menyulitkan tubuh dalam mengendalikan berat badan.

Ia juga menambahkan bahwa American Heart Association kini mengakui tidur sebagai salah satu dari “Life’s Essential 8”, yaitu delapan faktor penting untuk menjaga kesehatan jantung. Oleh karena itu, merekomendasikan agar orang dewasa tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

“Kurang tidur kronis bukan sekadar kebiasaan gaya hidup. Kita perlu memperlakukan tidur sebagai tanda vital kesehatan,” kata Javaid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bukan Modal, DKUM Depok Ung...
Nasional
KAI Commuter “Blacklist�...

Kanye West Bakal Gelar Konser di Jakarta

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Kanye West Bakal Gelar Kons...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.