Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI Bali dirikan ekosistem pelindungan konsumen

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 17:25 WIB | Oleh:
BI Bali dirikan ekosistem pelindungan konsumen Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Konsumen melakukan transaksi menggunakan QRIS di Denpasar, Bali, Rabu (30/4)

Denpasar -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendirikan ekosistem pelindungan konsumen sektor keuangan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam bertransaksi keuangan termasuk secara digital.

"Pelindungan konsumen bukan hanya tanggung jawab lembaga regulator, tetapi tanggung jawab bersama seluruh ekosistem keuangan," kata Kepala BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Rabu.

Adapun ekosistem itu disebut "Eling Raga" yang bermakna kesadaran diri sendiri melibatkan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perbankan di Bali.

Ia menjelaskan komitmen bersama itu merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Bersama Edukasi Perlindungan Konsumen yang diluncurkan bersama Bl dan OJK pada Desember 2024.

Dalam ekosistem "Eling Raga" itu, Erwin menjelaskan ada tiga fokus utama yang dilaksanakan meliputi edukasi literasi keuangan digital, sinergi lintas lembaga dan perbankan dan inovasi gerakan budaya konsumen cerdas dan berdaya.

Salah satu program yang telah berjalan yakni kolaborasi bank sentral itu dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali melalui sosial media memberikan edukasi kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransaksi keuangan.

Nantinya, pihaknya akan memperluas publikasi edukasi pelindungan konsumen, kerja sama penanganan pengaduan, dan penciptaan penggerak konsumen cerdas.

Di sisi lain, OJK telah memiliki Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), baik yang berindikasi sengketa maupun yang berindikasi pelanggaran.

Selama Januari hingga April 2025, OJK Bali menerima 205 pengaduan, di antaranya sebanyak 86 pengaduan sektor perbankan, 80 pengaduan perusahaan pinjam meminjam daring (peer to peer lending/P2P).

Kemudian, sebanyak 34 pengaduan perusahaan pembiayaan, tiga pengaduan perusahaan asuransi, serta sua pengaduan pasar modal.

Adapun status pengaduan yang masuk yaitu sebanyak 165 pengaduan telah selesai, 14 pengaduan dalam proses penanganan pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) dan 26 pengaduan dalam proses tanggapan oleh konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

37 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.