Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Tim Audit Pangan untuk Cegah Keracunan Menu MBG

📅 Selasa, 20 Mei 2025, 19:57 WIB | Oleh:
Perlu Tim Audit Pangan untuk Cegah Keracunan Menu MBG Doc: Istimewa
Ket. Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani,

JAKARTA - Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mengatakan, perlu tim audit pangan untuk mencegah keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, tim audit pangan melibatkan ahli dari berbagai disiplin seperti ahli gizi, sanitarian, epidemiolog, dan ahli keamanan pangan.

Dia mengatakan, keberadaan tim tersebut penting untuk meningkatkan ketertiban dalam implementasi program. Jika terbukti ada kelalaian, penyedia makanan seharusnya dapat dikenai sanksi atau bahkan dihentikan kontraknya.

"Ini penting agar penyedia benar-benar serius dalam mempersiapkan makanan MBG,” ujar Laura, dalam keterangan resminya, Selasa (20/5).

Dia menerangkan, perbaikan menyeluruh dalam sistem pengawasan pangan pada program MBG. Dia menegaskan bahwa penyebab keracunan dapat terjadi di berbagai titik rantai penyediaan makanan.

"Yang paling rawan menjadi sumber kontaminasi bisa berasal dari bahan baku, proses pemasakan, penyimpanan, distribusi, hingga penyajian. Kasus ini harus menjadi pembelajaran bersama untuk menginspeksi secara detail," jelasnya.

Laura mengungkapkan, bahwa meskipun MBG memiliki niat baik untuk meningkatkan status gizi anak-anak, ancaman keracunan makanan tetap perlu ditanggapi serius karena menyasar kelompok rentan. Anak-anak, misalnya, berisiko mengalami gejala klinis seperti mual, muntah, diare, hingga dehidrasi akut yang bisa berujung pada kondisi kronis jika tidak tertangani dengan baik.

"Tanpa program MBG pun, keracunan makanan bisa saja terjadi dan berpotensi menjadi wabah. Oleh karena itu, ini harus menjadi standar minimum bagi semua penyedia makanan, termasuk UMKM, untuk memperhatikan aspek higienitas produknya," katanya.

Laura juga menyarankan perlunya kolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan pemantauan kasus diare serta surveilans status gizi di lokasi pemberian MBG. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Program MBG tetap perlu dilanjutkan, namun dengan pengawasan yang lebih ketat dan evaluasi menyeluruh. Tujuan utamanya, yakni peningkatan status gizi anak untuk mewujudkan generasi emas Indonesia, harus tetap menjadi fokus utama," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

MILITER

Tokyo Ingin Tingkatkan Kekuatan Militer

29 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tokyo Ingin Tingkatkan Keku...
Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...

Arsenal Kejar Hasil Sempurna Pramusim

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.