Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pariwisata berkelanjutan Indonesia, solusi tantangan global

📅 Senin, 19 Mei 2025, 16:05 WIB | Oleh:

Pendekatan seperti itu dapat saja menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam mengelola komodifikasi budaya dan sosial di sektor pariwisata.

Pariwisata hijau

Negara-negara, seperti Costa Rica dan Islandia, telah berhasil mengelola kerusakan lingkungan dan degradasi ekosistem akibat pariwisata dengan menerapkan kebijakan pariwisata berbasis ekowisata dan keberlanjutan.

Costa Rica, misalnya, mengembangkan sistem sertifikasi pariwisata berkelanjutan yang mempromosikan ekowisata dan pelestarian alam, serta melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan objek wisata untuk memastikan bahwa keuntungan pariwisata dapat dinikmati secara adil oleh komunitas.

Islandia juga berhasil mengelola kerusakan lingkungan dengan mempromosikan objek wisata alternatif yang tidak membebani ekosistem utama, serta menerapkan kebijakan konservasi yang ketat untuk melindungi sumber daya alamnya.

Di Indonesia, Labuan Bajo adalah contoh keberhasilan dalam pengelolaan lingkungan pariwisata, di mana pemerintah dan masyarakat lokal bersama-sama menjaga keberlanjutan ekosistem Taman Nasional Komodo melalui regulasi ketat terhadap jumlah pengunjung dan upaya konservasi terumbu karang.

Solusi yang dapat diambil Indonesia adalah memperkuat kebijakan pariwisata berkelanjutan dengan mengutamakan prinsip ekowisata, serta memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan objek wisata. Sebut saja kebijakan Pariwisata Hijau.

Dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat lokal, meningkatkan kapasitas mereka dalam pengelolaan pariwisata, dan memastikan mereka mendapatkan manfaat ekonomi yang adil, Indonesia dapat mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi yang sering terjadi akibat pariwisata massal.

Pengelolaan infrastruktur

Beberapa negara telah berhasil mengelola infrastruktur dan SDM pariwisata mereka dengan baik.

Singapura, misalnya, telah berhasil membangun infrastruktur pariwisata kelas dunia dengan sistem transportasi publik yang efisien, fasilitas ramah wisatawan, serta pusat pelatihan yang fokus pada peningkatan keterampilan SDM pariwisata.

Jepang juga terkenal dengan pengelolaan infrastrukturnya yang luar biasa, termasuk sistem kereta cepat dan fasilitas yang mendukung wisatawan.

Selain itu, Thailand berhasil meningkatkan kapasitas SDM dengan program pelatihan yang intensif di berbagai sektor pariwisata, dari pemandu wisata hingga layanan hotel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.