Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pariwisata berkelanjutan Indonesia, solusi tantangan global

📅 Senin, 19 Mei 2025, 16:05 WIB | Oleh:

San Vicente di Filipina mengembangkan proyek ecotown berbasis ekowisata dengan melibatkan masyarakat lokal, sementara Bahamas fokus pada manajemen terumbu karang untuk menghadapi badai tropis yang semakin sering terjadi.

Di Jerman, wilayah Spessart mengalihkan pariwisata musim dingin ke pariwisata sepanjang tahun dengan mengembangkan jalur hiking dan bersepeda, mengurangi ketergantungan pada salju.

Dari keberhasilan ini, Indonesia dapat mengadopsi pendekatan berbasis keberlanjutan dengan mengembangkan sistem sertifikasi pariwisata berkelanjutan, memperkuat restorasi ekosistem, serta mempromosikan ekowisata dengan melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaan objek wisata.

Selain itu, Indonesia perlu memperkuat pengelolaan infrastruktur ramah lingkungan dan mendorong diversifikasi produk pariwisata untuk meningkatkan ketahanan sektor pariwisata terhadap perubahan iklim.

Komodifikasi budaya

Komodifikasi budaya dalam pariwisata adalah proses mengubah elemen-elemen budaya lokal, seperti seni, ritual, dan tradisi, menjadi produk komersial yang dikonsumsi wisatawan, yang sering kali mengarah pada hilangnya makna asli budaya tersebut.

Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, budaya lokal dapat tersebar dan dikonsumsi secara massal, menyebabkan homogenisasi budaya dan kehilangan keaslian.

Beberapa negara berhasil mengelola fenomena ini dengan pendekatan berbasis keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas.

Di Meksiko, pariwisata berbasis komunitas di Semenanjung Yucatán memberi masyarakat adat kesempatan untuk mengelola objek wisata mereka, sehingga mereka dapat mempertahankan tradisi dan memperoleh manfaat ekonomi.

Di Botswana, pariwisata berbasis desa memberdayakan komunitas lokal, terutama perempuan, dengan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.

Sementara itu, Abu Dhabi mempromosikan pariwisata budaya dengan investasi besar dalam infrastruktur budaya, seperti Louvre Abu Dhabi, yang memperkenalkan warisan lokal kepada dunia, tanpa mengorbankan identitas budaya mereka.

Di Bali, Panglipuran memberikan contoh baik dalam mengelola komodifikasi budaya, di mana desa ini telah berhasil menjaga keaslian tradisi mereka sambil memperkenalkan budaya Bali kepada wisatawan.

Masyarakat desa Panglipuran aktif dalam pengelolaan wisata, mempertahankan adat dan budaya asli mereka, serta melibatkan wisatawan dalam kegiatan budaya yang mendidik, seperti upacara adat dan kerajinan lokal, tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.