Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gipang, Makanan Tradisional Khas Cilegon Kini Tembus Pasar Internasional

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 13:50 WIB | Oleh:
Gipang, Makanan Tradisional Khas Cilegon Kini Tembus Pasar Internasional Doc: antara foto
Ket. Gipang, makanan khas tradisional Cilegon

SERANG - Makanan tradisional khas Kota Cilegon, Provinsi Banten, Gipang, kini tembus pasar internasional dengan memanfaatkan kekuatan media sosial dan rekanan pekerja migran Indonesia.

Ihwanul Muslimin, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengatakan, makanan tradisional yang memiliki cita rasa manis ini, biasanya dibuat menggunakan beras ketan. Namun Ia berinovasi dan menggantinya menggunakan singkong yang didapat dari petani lokal.

“Karena harga bahan dasar yang semakin mahal, akhirnya saya berinovasi, menggantinya menggunakan singkong dari para petani lokal disini,” katanya di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Minggu (18/5).

Meskipun terbuat dari singkong yang dibalut dengan taburan selai kacang, hal ini tidak menyurutkan peminat justru malah lebih digemari oleh konsumen yang berasal dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Untuk memenuhi permintaan gipang, setiap harinya Ihwan harus mengolah singkong hingga ratusan kilogram. Tak jarang, ia juga kewalahan karena tingginya permintaan.

Bahkan untuk proses pembuatan gipang masih dilakukan dengan cara tradisional yang mengandalkan cuaca panas untuk menjemur singkong. Lempengan tipis singkong yang sudah dikukus dan digiling ini untuk dijadikan bahan dasar pembuatan gipang.

“Banyak konsumen yang penasaran akan rasa gipang singkong, dan sejauh ini para konsumen sangat menerima hasil inovasi ini,” ujarnya.

Ia mengaku, sudah sejak 2016 produk gipang buatannya dijual ke luar negeri, terutama Malaysia dan Jepang. Peluang itu didapatkan dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, serta rekanan pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

“Untuk penjualan tidak hanya untuk di lokal, kita juga melakukan penjual di luar negeri. Penjualan pertama itu Malaysia kemudian Jepang,” katanya.

Gipang ini dijual dengan harga Rp20 ribu per bungkusnya dengan berat 200 gram. Berkat kegigihannya, Ihwan mampu meraup keuntungan bersih sebesar Rp10 juta perbulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.