Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PU Ambil Langkah Cepat Tangani Banjir Bandang di Nagekeo, NTT

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 14:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kementerian PU Ambil Langkah Cepat  Tangani Banjir Bandang di Nagekeo, NTT Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat terhadap bencana banjir yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Banjir terjadi pada Senin (8/9) pukul 18.30 WITA disebabkan curah hujan yang tinggi sejak Minggu tanggal 7 September 2025 hingga Senin sore tanggal 8 September 2025. 

Desa-desa yang terdampak di Kabupaten Nagekeo yaitu Desa Lokalaba, Desa Sawu, Desa Lodaolo, Desa Woewolo, Desa Ua. Bencana ini mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka dan 4 orang hilang dan masih dalam pencarian, 4 unit rumah hanyut terbawa banjir, 2 unit jembatan di Desa Sawu rusak, 1 unit jembatan di Desa Ua rusak, jalan desa sebanyak 3 titik longsor di Desa Loda Olo, jalan desa putus sebanyak 3 titik longsor di Kampung Mabha Bhoma, Desa Woewolo Bendung DI. Malasawu dan DI Lokalabo rusak.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir merupakan milik Pemerintah Provinsi, tetapi Kementerian PU tetap ikut andil dalam melakukan penanganan untuk mempersingkat masa tanggap darurat. 

“Semua alat berat dan tim sudah kita kerahkan di NTT. Bahkan kepala balai yang seharusnya hari ini ikut rapat dengar pendapat dengan DPR RI semalam saya minta kembali ke NTT untuk langsung mengawasi timnya supaya proses tanggap darurat lebih cepat,” kata Menteri Dody di Jakarta, Kamis (11/9).

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II terus berkoordinasi dengan TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat di lokasi terdampak, pembersihan material banjir untuk membuka akses jalan dan koordinasi penanganan jangka panjang melalui normalisasi sungai dan mitigasi di daerah rawan.

Selain itu, Kementerian PU juga menyiagakan personil dalam tim reaksi cepat tanggap bencana di lokasi bencana untuk melakukan monitoring kondisi terkini, identifikasi data dan analisis terhadap dampak yang ditimbulkan dan penanganannya, inventarisasi tempat kejadian banjir terkait lokasi dan kondisi sarana prasarana yang terdampak bencana dan menyiapkan alat berat dan bahan banjiran bilamana dibutuhkan.

Berdasarkan hasil pantauan BBWS Nusa Tenggara II pada tanggal 10 September 2025, air banjir yang menggenang di Kabupaten Nagekeo sudah mulai surut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Komisi III DPR Berkunjung k...
Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.