Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI usulkan penambahan anggaran percepatan normalisasi Ciliwung

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 14:35 WIB | Oleh:
DKI usulkan penambahan anggaran percepatan normalisasi Ciliwung Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Komisi D DPRD DKI Jakarta dalam kegiatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta 2026 bersama eksekutif salah satunya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Jumat (16/5).

Jakarta -- Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengusulkan penambahan alokasi anggaran untuk percepatan normalisasi Kali Ciliwung sebagai upaya penanggulangan banjir sebesar Rp158 miliar.

"Kebutuhan sebenarnya Rp257 miliar namun akan kami usulkan hanya Rp158 miliar karena harus menyesuaikan dengan kemampuan  sampai dengan Desember 2025," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Ika Agustin Ningrum dalam kegiatan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DKI Jakarta 2026 bersama Komisi D DPRD Jakarta di Jakarta, Jumat.

Alokasi anggaran sebesar Rp98,75 miliar untuk pembebasan lahan. Adapun pembebasan lahan tersebut yakni melanjutkan segmen yang belum selesai di tahun 2024 di sekitar Rawajati, Cawang, dan Cililitan.

Pada 2024, pengerjaan fisik mencapai 230 meter. Sepanjang 200 meter di Rawajati, dan 30 meter di Cililitan

Normalisasi Kali Ciliwung menjadi satu dari tujuh hal yang diusulkan dalam perubahan APBD tahun 2025. Ika mengatakan percepatan normalisasi kali ditargetkan hingga tahun 2027.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno berencana melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung pada Juni mendatang sebagai upaya mengatasi banjir.

Pemprov Jakarta bertanggung jawab atas penertiban bangunan liar dan pembebasan lahan, sedangkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) di bawah Kementerian PU menjalankan pekerjaan fisiknya.

Merujuk data, dari rencana normalisasi sepanjang 33,69 kilometer, sudah diselesaikan sekitar 17,17 kilometer.

Sisa sepanjang16,52 kilometer masih terhambat karena adanya penolakan warga yang tinggal di sepanjang bantaran kali terkait pembebasan lahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.