Cakupan Integrasi Transportasi Tak Bisa 100 Persen
📅 Jumat, 16 Mei 2025, 03:33 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: KORANJAKARTA/WAHYU AP
JAKARTA – Integrasi transportasi Jakarta tak mungkin mencapai 100 persen, meski sudah ada Mikrotrans, non-BRT dan BRT. “Ini baru 91 persenan,” tutur Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, Kamis (16/5).
Namun, integrasi layanan transportasi Jakarta memang menjadi target. Walfizon menyatakan bahwa layanan transportasi umum tidak mungkin bisa mencakup 100 persen. Sebab ada beberapa wilayah yang tidak bisa diberikan layanan seperti Rorotan dan sekitar Halim Perdanakusuma.
Dengan layanan yang sudah mencakup 91 persen, berati 9 dari 10 warga Jakarta sudah lebih mudah menemukan halte dan paling maksimal hanya 500 meter berjalan. “Kami lebih banyak sekarang mengoptimalkan yang sudah ada agar orang mau naik kendaraan umum,” ujarnya.
Layanan yang sudah ada akan dioptimalkan agar lebih baik dan tidak mengejar target kuantitas. “Tidak mungkin kita bikin rute lagi karena titik optimalnya bukan mengejar 100 persen,” jelas Walfizon.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menepati janji kampanye Pilkada 2024 dengan menggratiskan transportasi umum Jakarta untuk 15 golongan masyarakat. Pramono pun telah menyerahkan kartu khusus layanan gratis kepada perwakilan golongan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara khusus, Pramono mencanangkan penggratisan untuk 15 golongan, pada hari Rabu (7/5). Ke depannya, kata Pramono, 15 golongan tidak hanya gratis naik Transjakarta, MRT atau LRT, tetapi juga Transjabodetabek. Untuk itu, Pramono berencana segera membuka lima trayek Transjabodetabek.
“Saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Perhubungan, untuk segera membuka lima trayek baru lainnya, setelah Alam Sutera-Blok M, yang sampai hari ini respons masyarakatnya luar biasa,” kata Pramono.
Blok M-PIK
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, setelah peresmian rute Transjabodetabek Bekasi-Cawang, pekan depan akan diluncurkan rute Transjabodetabek Pantai Indah Kapuk (PIK) ke Blok M. “Saya minta agar PIK tidak menjadi area tertutup. Siapa pun bisa pergi ke PIK dari mana pun, termasuk dari Blok M. Warga bisa datang dari mana pun untuk melihat kemajuan PIK,” kata Gubernur Jakarta Pramono Anung, Kamis.
Pramono pun mengaku bersyukur atas respons positif masyarakat terhadap Transjabodetabek. Tak hanya bagi Jakarta, masyarakat daerah penyangga seperti Bekasi dan Tangerang sangat antusias dengan adanya Transjabodetabek.
Bahkan, rute Transjabodetabek Alam Sutera-Blok M yang sudah diresmikan beberapa waktu lalu sangat diminati masyarakat. Setiap hari lebih dari 2.200 penumpang. Pada akhir pekan 3.500 penumpang menggunakan transportasi tersebut.
Maka,Pramono akan berdiskusi dengan Wali Kota Bogor untuk menghadirkan rute Transjabodetabek ke arah Bogor. “Prinsipnya kerja bersama-sama untuk mengatasi persoalan kemacetan Jakarta,” tandas Pramono.
Pada hari Kamis, rute Transjabodetabek Vida Bekasi-Cawang pun diresmikan. Nantinya, akan ada lima rute lagi yang disediakan. Kelimanya adalah Terminal Depok-Terminal Kampung Rambutan, Sawangan-Lebak Bulus, Karawaci-Grogol, Grand Wisata Bekasi-Cawang dan Bojong Gede-Kampung Rambutan.
Pramono berharap masyarakat akan semakin banyak beralih menggunakan transportasi umum, salah satunya Transjabodetabek. Dengan demikian, masalah kemacetan hingga polusi udara dapat teratasi perlahan-lahan. wid/Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!