Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Para Menteri Perdagangan APEC Bertemu di Korea Selatan di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 11:23 WIB | Oleh:
Para Menteri Perdagangan APEC Bertemu di Korea Selatan di Tengah Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok Doc: Korea Herald
Ket. Pejabat senior perdagangan dari Korea Selatan dan Filipina mengadakan pertemuan di Pusat Konvensi Internasional di Pulau Jeju, Korea Selatan.

SEOUL - Para menteri perdagangan dari negara-negara ekonomi teratas yang tergabung dalam Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik, atau APEC, akan bertemu di Pulau Jeju, Korea Selatan mulai hari Kamis (15/5) karena kerja sama perdagangan global yang melemah.

Serangan tarif dan perang dagang Presiden AS Donald Trump dengan Tiongkok telah mengguncang kawasan Asia-Pasifik yang bergantung pada ekspor, dan perwakilan dagangnya, Jamieson Greer, akan menghadiri pertemuan puncak tersebut dan mengadakan pembicaraan bilateral dengan para peserta.

Apa itu APEC?

Kelompok APEC yang beranggotakan 21 negara meliputi Australia, Indonesia, Vietnam, Tiongkok, Russia, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Chile.

Didirikan pada tahun 1989, lembaga ini bertujuan untuk mempromosikan integrasi regional dan kerja sama ekonomi.

Anggota APEC mencakup sekitar 37 persen dari populasi global, 60 persen dari PDB dunia, dan hampir setengah dari perdagangan global.

Tetapi, Tiongkok belum mampu memberikan pengaruh politik yang berarti dalam menghadapi tarif Trump, yang telah memukul keras ekonomi Asia.

"APEC selalu berjuang untuk menunjukkan relevansi," kata Deborah Elms, analis perdagangan di Hinrich Foundation, yang menggambarkan kelompok tersebut sebagai inkubator untuk "ide-ide yang tidak mengikat".

Meskipun gagasan yang dipertukarkan pada pertemuan APEC mungkin tidak muncul dalam komitmen resmi, gagasan tersebut "dapat menjadi dasar diskusi, negosiasi, dan komitmen dalam konteks lain", katanya kepada AFP.

Apakah Penting?

Para ahli mengatakan sekarang adalah momen bagi kelompok ini untuk membuktikan kemampuannya, karena ketegangan perdagangan meningkat seiring dengan meningkatnya sengketa tarif.

"APEC tidak pernah lebih penting," kata Christopher Findlay, seorang profesor kebijakan publik kehormatan di Universitas Nasional Australia.

Dalam menghadapi tarif Trump, "peran APEC dalam mengartikulasikan relevansi berkelanjutan dari integrasi ekonomi -- dan cara mencapainya -- lebih penting dari sebelumnya," tambahnya.

Apa yang Terjadi dengan Perdagangan Regional?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.