Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ini Gejala Moyamoya Pada Usia Muda

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 17:55 WIB | Oleh:
Ini Gejala Moyamoya Pada Usia Muda Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Dokter memeriksa data pasien.

JAKARTA - Dokter spesialis bedah saraf Muhammad Kusdiansah dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional dr. Mahar Mardjono Jakarta menjelaskan bahwa moyamoya adalah istilah dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menggambarkan tumbuhnya banyak pembuluh darah kecil akibat penyempitan pembuluh darah utama.

Dalam acara diskusi daring yang diikuti pada Kamis, dr. Muhammad Kusdiansah Sp.BS menyampaikan bahwa kata moyamoya yang sebenarnya berarti kepulan asap digunakan untuk menyebut pembuluh-pembuluh darah kecil yang tampak menyebar menyerupai asap pada hasil pemeriksaan angiografi.

"Kenapa ada tumbuh pembuluh darah kecil-kecil yang halus sehingga gambarannya seperti kepulan asap? Karena pembuluh darah utamanya yang besar itu mengecil, dia menyempit, atau istilah kedokterannya, terjadi stenosis, dan pada akhirnya pembuluh darah utamanya hilang," ia menjelaskan.

Dalam hal ini, ia melanjutkan, pembuluh-pembuluh darah kecil terbentuk dengan cepat akibat mekanisme tubuh untuk mengompensasi otak yang kekurangan aliran darah akibat penyempitan pembuluh darah utama.

Menurut dokter Kusdiansah, penyebab penyakit moyamoya belum diketahui secara pasti. Namun, faktor genetik diduga berperan dalam perkembangannya.

Ia menyampaikan bahwa penyakit moyamoya banyak terjadi pada orang Asia Timur.

"Datanya itu sangat tinggi di Korea, di Jepang, di China. Kemudian orang-orang yang tinggal di kepulauan Pasifik, French Polynesia, kemudian kepulauan Vanuatu, itu tinggi kan moyamoya di sana," katanya. 

"Di Eropa dan Amerika, hanya satu dari satu juta orang, kecil sekali. Kalau di Jepang itu satu dari 10 ribu. Indonesia itu kombinasi dari dua-duanya," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa belum banyak kasus penyakit moyamoya yang terdeteksi di Indonesia. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional saat ini menangani 40 kasus moyamoya, dan masih tercatat sebagai rumah sakit yang paling banyak menangani kasus penyakit tersebut.

Dokter Kusdiansah mengemukakan perlunya edukasi mengenai gejala moyamoya kepada masyarakat untuk meningkatkan temuan kasus penyakit tersebut.

Menurut dia, gejala awal moyamoya mirip dengan gejala stroke, termasuk di antaranya kelemahan pada salah satu bagian tubuh, baal, dan gangguan tidak lazim seperti mendadak mengalami gangguan memori berat pada usia muda.

"Misalnya tiba-tiba ketinggalan mata pelajaran, misalnya dia berprestasi lagi atau sekolah kuliah tapi tiba-tiba jadi sering susah mikir, berhitung jadi enggak bisa, terus nangkep pelajaran jadi susah padahal pintar dulunya. Aneh itu, tiba-tiba nilainya anjlok," kata dokter Kusdiansah.

Gejala semacam itu, menurut dia, seringkali muncul secara tiba-tiba pada anak-anak hingga orang berusia 20-an tahun akibat penyempitan pembuluh darah yang menimbulkan gangguan di pusat kognitif otak, yang dikategorikan sebagai moyamoya. 

Penderita moyamoya juga berpeluang mengalami kejadian stroke berulang yang mencurigakan pada usia sekolah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Daerah
Wali Kota Bandung Sebut Pem...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.