Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Mataram, NTB, Diminta untuk Mitigasi Bencana Hadapi Anomali Cuaca

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 16:27 WIB | Oleh:
Warga Mataram, NTB, Diminta untuk Mitigasi Bencana Hadapi Anomali Cuaca Doc: antara foto
Ket. Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki

MATARAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengimbau warga di kota itu agar melakukan mitigasi bencana dalam menghadapi anomali cuaca yang terjadi saat ini.

Plh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki mengatakan, mitigasi bisa dilakukan mulai dari tingkat lingkungan dan diri sendiri di sekitar pekarangan rumah.

“Masyarakat harus memastikan saluran atau drainase yang ada di sekitar berfungsi, bebas dari sampah, dan sejenisnya,” katanya di Mataram, Rabu (14/5).

Hal itu dimaksudkan, agar ketika tiba-tiba terjadi hujan deras dengan intensitas lama tidak menimbulkan luapan air yang bisa memicu genangan bahkan banjir.

Menurutnya, biasanya pada Mei-Juni sudah masuk musim kemarau basah yang artinya kemungkinan terjadi hujan masih ada, dan jika sudah lewat jadwal maka disebut anomali cuaca.

Sementara kondisi saat ini memang terjadi anomali cuaca, karena cuaca sekarang tidak bisa diprediksi. Pada pagi cerah bahkan panas, tetapi begitu siang langsung gelap dan hujan deras. “Kondisi tidak menentu itu, tidak bisa diprediksi juga akan terjadi angin kencang, petir, angin puting beliung, serta potensi bencana lainnya,” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, kondisi Kota Mataram saat ini jauh lebih baik dibandingkan wilayah bagian timur. Seperti di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat ada yang mengalami banjir hingga ketinggian satu meter.

Begitu juga di Pulau Sumbawa, kondisinya saat ini masih disebut sebagai cuaca ekstrem. “Kendati Mataram masih aman, tapi harus tetap waspada sebab dampak banjir di hulu bisa turun ke Mataram yang menjadi wilayah hilir,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai potensi bencana selama musim perubahan cuaca. “Termasuk juga nelayan, kami mengimbau agar waspada terhadap potensi perubahan gelombang pantai,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.