Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebak Sukses Produksi Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 14:11 WIB | Oleh:
Lebak  Sukses Produksi Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan Doc: ist
Ket. jagung

SERANG – Tahun ini panen jagung di wilayah Lebak sangat sukses. Produksi pertanian jagung di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten periode Januari-April 2025 menembus 1.563 ton dengan luas panen 402 hektare sehingga menjadi andalan ekonomi petani guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami mendorong petani terus meningkatkan produksi jagung dengan memperluas areal tanaman," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar dalam keterangan di Lebak, Rabu.

Produksi jagung dari Januari-April 2025 terealisasi sebanyak 1.563 ton dan dipastikan menggulirkan perputaran uang miliaran rupiah dengan rata-rata harga 5.000/kilogram jagung kering.

Selama ini, produksi jagung menjadikan andalan ekonomi petani Kabupaten Lebak, selain pertanian padi pangan. Kebanyakan petani itu mengembangkan jagung hibrida dan beberapa varietas unggul sesuai banyak permintaan pasar.

Karena itu, pemerintah daerah meminta petani agar memperluas penanaman jagung hibrida guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. "Kami mengapresiasi kehidupan ekonomi petani jagung relatif baik dan sejahtera," katanya. 

Menurut dia, saat ini petani Kabupaten Lebak sebagai penghasil terbesar produksi jagung di Provinsi Banten, karena mereka mengembangkan tanaman jagung di lahan ribuan hektare.

Sentra penghasil jagung tersebar di Kecamatan Gunungkencana, Maja, Curugbitung , Cileles, Cimarga Leuwidamar dan wilayah Lebak selatan.

Ia mengatakan, para petani itu mengembangkan pertanian jagung, selain lahan sendiri juga milik BUMN dan perusahaan swasta, lembaga kementerian dan pengembang perumahan yang belum dimanfaatkan.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Produksi jagung itu dijual ke perusahaan peternak unggas dan pasar," katanya.

Samsuri (55) seorang petani warga Gunungkencana Kabupaten Lebak mengatakan warga di wilayahnya kebanyakan pertanian jagung karena sudah menjadi andalan ekonomi, karena dengan waktu 100-110 hari setelah tanam bisa dipanen.

Produktivitas jagung hibrida rata-rata 7 ton/hektare dengan harga kondisi kering 5.000/kilogram, sehingga jika diakumulasikan bisa menghasilkan 35 juta.

Dari pendapatan sebesar itu dipotong biaya upah kerja, pupuk dan benih 15 juta, sehingga mereka petani bisa meraup keuntungan 20 juta/panen. "Kami di sini jika panen jagung mencapai ribuan ton dan ditampung oleh perusahaan peternakan di Balaraja, Tangerang," katanya.

Begitu juga Samad (60) petani lainnya mengatakan selama ini pertanian jagung menjadikan komoditas andalan ekonomi di Gunungkencana. Mereka para petani mengembangkan budi daya pertanian jagung hibrida itu dengan memanfaatkan lahan milik BUMN dengan sistem sewa.

Saat ini, ribuan hektare di lahan itu dijadikan pengembangan pertanian jagung. "Kami sangat terbantu ekonomi keluarga dari pendapatan 20 juta per panen dengan tanam seluas satu hektare," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Satwa Liar Australia Mati M...

Lumpuh Total, Listrik di Seluruh Kuba Padam

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.